Pidato Sukmawati

Polri Masih Pelajari Pelaporan Dugaan Penistaan Agama Yang Dilakukan Sukmawati Soekarnoputri

Sukmawati itu dituding menista agama dengan membuat diksi perbandingan antara jasa dari nabi Muhammad SAW dengan presiden pertama Indonesia Soekarno.

Polri Masih Pelajari Pelaporan Dugaan Penistaan Agama Yang Dilakukan Sukmawati Soekarnoputri
KOMPAS.com / Nabilla Tashandra
Sukmawati Soekarnoputri menanyakan kepada peserta terkait pertanyaan Nabi Muhammad atau Presiden Soekarno, ingin tahu pengetahuan peserta FGD. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta - Karopenmas Humas Mabes Polri, Brigjen (Pol) Argo Yuwono memastikan pihaknya masih terus mengkaji dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri.

Secara keseluruhan, adik Megawati itu telah dilaporkan oleh lima orang ke kepolisian RI.

Sukmawati itu dituding menista agama dengan membuat diksi perbandingan antara jasa dari nabi Muhammad SAW dengan presiden pertama Indonesia Soekarno.

"Dari PMJ sesuai keterangan reserse umum dan sekarang masih dipelajari," kata Argo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2019).

Sejauh ini, laporan terhadap Sukmawati terdaftar pada Polda Metro Jaya (PMJ) dan Bareskrim Mabes Polri. Namun, Argo mengatakan, nantinya belum diputuskan ihwal laporan mana yang akan disidik oleh kepolisian.

Baca: Dugaan Penistaan Agama oleh Sukmawati, Yusuf Mansur: Siapa yang Bisa Mentolerir

"Mengenai masalah nanti akan dilimpahkan ke mabes polri atau dari mabes polri ke PMJ itu kewenangan penyidik sampai saat ini belum ada keputusan kita tunggu saja," pungkasnya.

Sebagai informasi, kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri telah lima kali dilaporkan.

Semua laporan tersebut mempersoalkan pernyataan Sukmawati di acara peringatan Hari Pahlawan bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme'.

Diduga, Sukmawati membandingkan Pancasila dengan Alquran serta membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno.

Halaman
1234
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved