Staf Khusus Jokowi

Soal Gaji Stafsus Presiden dan Wapres, Wasekjen PPP: Pola Kerja ke Depan Tidak Harus di Kantor

Stafsus presiden dan wapres akan menerima gaji Rp 51 juta perbulan meskipun tak bekerja penuh di istana. Ahmad Baidowi memberikan tanggapannya.

Soal Gaji Stafsus Presiden dan Wapres, Wasekjen PPP: Pola Kerja ke Depan Tidak Harus di Kantor
Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado
Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi. Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah menunjuk deretan staf khusus yang berfungsi menunjang kinerja lima tahun ke depan.

Menurut penelusuran Tribunnews.com di laman resmi JDIH BPK, sesuai Peraturan Presiden No. 144 Tahun 2015, para staf khusus akan menerima gaji Rp 51 juta per bulan.

Angka tersebut masih menjadi pro kontra di masyarakat.

Terlebih karena, meskipun para staf khusus tak bekerja penuh di istana, mereka akan tetap mendapatkan gaji Rp 51 juta per bulan.

Wasekjen PPP, Ahmad Baidowi pun memberikan tanggapannya.

Menurutnya, besaran gaji tersebut tidak menjadi masalah selama sesuai dengan peraturan yang ada.

"Selama itu diatur perundang-undangan, ya tidak ada masalah."

"Toh memang setaranya segitu," ujarnya dalam wawancara yang ditayangkan Kompas TV, Selasa (26/11/2019).

Ahmad Baidowi menambahkan, pola kerja yang sudah dibantu dengan teknologi memang tidak mengharuskan seseorang selalu berada di kantor.

"Pola bekerja ke depan dengan kecanggihan teknologi itu kan tidak mengharuskan seseorang selalu duduk manis di kantor," tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved