Breaking News:

Menag Mengaku Tak Punya Kewenangan Perpanjang Izin FPI Meski Sudah Serahkan Rekomendasi

Menteri Agama Fachrul Razi mengaku pihaknya tak punya kewenangan untuk memutuskan memperpanjang surat keterangan terdaftar (SKT) FPI

Tribunnews.com/ Rina Ayu
Menteri Agama RI Fachrul Razi di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi mengaku pihaknya tak punya kewenangan untuk memutuskan memperpanjang surat keterangan terdaftar (SKT) FPI (Front Pembela Islam).

Meski pun dirinya mengaku sudah memberikan rekomendasi kepada Kementerian Dalam Negeri untuk memperpanjang SKT FPI.

“Rekomendasi sudah kami berikan, tapi kalau keputusannya ada pada Mendagri karena kami tak punya kewenangan. Kalau misal ada pihak lain yang minta pertimbangan maka kita akan siap membicarakannya,” ucap Fachrul usai mengikuti rapat bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

Baca: Kemendagri Sebut Pernyataan FPI tentang Kesetiaan pada Pancasila Terpisah dari Anggaran Dasarnya

Mengenai surat pernyataan kesetiaan kepada Pancasila yang tidak dicantumkan pada anggaran dasar FPI, Fachrul mengaku sudah mengklarifikasi langsung kepada FPI.

“Mengenai itu saya sudah tahu, lalu kami minta penjelasan ternyata kata mereka maksudnya berbeda dengan HTI (Hizbut Thahrir Indonesia). Kemudian kami ikat dia dengan surat pernyataan kesetiaan kepada Pancasila itu,” kata Fachrul.

Baca: FPI Pertanyakan Rencana Tito Ingin Kelompokkan Ormas, Ini Tanggapan Tujuan Kemendagri

Fachrul pun melihat permasalahan FPI ini dengan mudah.

“Kalau misal memang masih ada masalag nanti yang bersangkutan akan kami ajak bicara. Enteng saja melihat masalah ini, selama masih ada niat untuk membangun bangsa menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Baca: Menteri Agama Akan Mendorong Perpanjang Izin FPI, Tagar #JokowiTakutFPI Jadi Trending

Ia pun tak mau memusingkan pro dan kontra yang terjadi di publik terkait rekomendasinya tersebut.

Berita Populer
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved