Sebut 54 Persen Pekerja Indonesia Pernah Alami Stunting, Jokowi Prioritaskan Pembangunan SDM

Jokowi mengatakan setengah dari pekerja di Indonesia pernah alami stunting semasa balita.

Sebut 54 Persen Pekerja Indonesia Pernah Alami Stunting, Jokowi Prioritaskan Pembangunan SDM
Youtube Sekretariat Presiden
Jokowi mengatakan setengah dari pekerja di Indonesia pernah alami stunting semasa balita. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan setengah dari pekerja di Indonesia pada tahap balita pernah alami stunting.

Pernyataan tersebut diungkapkan dalam acara Kompas 100 CEO Forum yang videonya diunggah di kanal YouTube Kompas TV, Rabu (27/11/2019).

Menurut laporan dari Bank Dunia, yang diterima oleh Jokowi sebanyak 54 persen pekerja di Indonesia merupakan balita yang terkena stunting.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita dikarenakan kekurangan gizi kronis.

Hal tersebut membuat Jokowi menjadikan stunting sebagai program prioritas dalam melakukan pembangunan SDM.

"Yang terberat di bidang pembangunan sumber daya manusia adalah kita tau laporan dari bank dunia yang sampai kepada saya," kata Jokowi.

"Menyampaikan 54 persen dari pekerja kita dulunya adalah balita yang mengalami stunting." 

"Ini adalah angka yang sangat besar sekali. Oleh karena itu stunting menjadi program prioritas kita dalam pembangunan sumber daya manusia."

Presiden Jokowi dalam pidato kuncinya di Kompas 100 CEO Forum membeberkan target pemerintahannya selama 5 tahun ke depan.
Presiden Jokowi dalam pidato kuncinya di Kompas 100 CEO Forum membeberkan target pemerintahannya selama 5 tahun ke depan. (KompasTV)

Jokowi menjelaskan prevalensi stunting anak balita di Indonesia masih tinggi.

Ketika itu, Indonesia berada di angka 37 persen. Kemudian selama lima tahun kemarin dapat menurun hingga kurang lebih 27 persen.

Halaman
123
Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved