Istana: Jokowi Ingin Pakai Kecerdasan Buatan untuk Birokrasi dan Regulasi

Jokowi menginginkan penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan pada sistem birokrasi dan penyusunan peraturan di dalam negeri.

Istana: Jokowi Ingin Pakai Kecerdasan Buatan untuk Birokrasi dan Regulasi
Seno Tri Sulistiyono/Tribunnews.com
Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan pada sistem birokrasi dan penyusunan peraturan di dalam negeri.

"Beliau tidak hanya tertarik untuk memakai artificial intelligence untuk birokrasi saja, tetapi juga untuk regulasi," kata Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Pada tahap awal, kata Fadjroel Rachman, penerapan kecerdasan buatan atau robot sebagai pengganti kegiatan di tingkatan eselon III dan IV, yang saat ini dalam proses pemangkasan di lingkungan kementerian maupun lembaga.

Baca: Jokowi Sindir Tukang Impor dalam Pidatonya di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia

"Ide Pak Jokowi eselon tersebut digantikan dengan artificial intelligence," kata Fadjroel.

Menurutnya, peta jalan atau roadmap penggunaan kecerdasan buatan pada sistem birokrasi dikerjakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo.

"Mimpinya Pak Jokowi digital revolution dan artificial intelligence masuk ke semua kegiatan dalam pemerintahan, maupun kegiatan masyarakat dan kemudian bisa mengejar kemajuan yang kita sebut Indonesia Maju," tutur Fadjroel.

Baca: Jokowi Ungkap Target Indonesia di SEA Games 2019, Polo Air Siap Sumbangkan Emas Pertama

Fadjroel juga menyebut, Presiden Jokowi juga menginginkan kecerdasan buatan menjadi basis dalam pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur nantinya.

"Beliau ingin smart city ini masuk menjadi bagian dari transformasi ekonomi, jadi nanti ada smartcity, greencity, resilien city, kemudian smart culture, smart social, jadi semuanya serba smart," tuturnya.

"Karena beliau mengatakan kita tidak hanya bangun ibu kota baru, bukan hanya pindah dari Jakarta, tapi mempersembahkan sesuatu buat dunia," ucap Fadjroel.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved