Basarah Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama Pada Pembukaan Kongres GMNI ke XXI

Ahmad Basarah Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama Pada Pembukaan Kongres GMNI ke XXI

Basarah Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama Pada Pembukaan Kongres GMNI ke XXI
ISTIMEWA
Ketua Persatuan Alumni GMNI yang juga Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-Ketua Persatuan Alumni GMNI yang juga Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah mengajak segenap bangsa Indonesia saling hormat-menghormati di antara sesama pemeluk agama.

Baca: GMNI Diingatkan Kembali kepada Prinsip Dasar Perjuangannya

Salah satunya dengan menyampaikan salam dari semua agama dan salam budaya lokal setempat ketika sedang berpidato di depan podium sebagaimana yang sudah menjadi tradisi bangsa Indonesia selama bertahun-tahun.

"Juga memberikan ucapan selamat atas perayaan hari-hari besar agama. Yang hidup dan diakui dalam negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila," kata Basarah.

Ucapan penghormatan terhadap peringatan hari- hari besar semua agama, kata Basarah hendaknya jangan dikaitkan dengan akidah masing-masing agama.

Baca: Pancasila Harus Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah Negeri dan Swasta

"Karena yang kita lakukan seperti itu bukan dalam rangka toleransi apalagi mengkompromikan akidah agama masing-masing. Namun hanyalah untuk toleransi kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai prinsip sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

"Bertahun-tahun lamanya saya memberikan ucapan selamat ketika saudara-saudara saya  beragama lain merayakan hari besar agamanya. Tidak pernah merasa hal seperti itu melunturkan akidah agama saya sebagai seorang muslim," katanya lagi dalam pidato Pembukaan Kongres ke XXI GMNI di Ambon pada Kamis (28/11/2019) lalu.

Basarah mengharapakan kepada peserta kongres GMNI untuk merumuskan strategi perjuangannya agar GMNI dapat menjadi perekat bangsa.

Baca: Mengatasi Ideologi Selain Pancasila Perlu Pendekatan Sesuai dengan Tingkatannya kata Alissa Wahid

Membumikan Pancasila dan sasanti Bhinneka Tunggal Ika sebagai ideologi dan prinsip berbangsa dan bernegara yg menjadi living ideologi.

Sebagai organisasi yang sudah berusia 65 tahun, GMNI sudah banyak melahirkan kader-kader yang kemudian berkiprah dalam berbagai medan pengabdian.

Baik di birokrasi, perguruan tinggi, kepala daerah bahkan sebagai kepala negara seperti Presiden Megawati Soekarnoputri.

Baca: Ahmad Basarah Nilai Ubah Konstitusi soal Masa Jabatan Presiden Tak Ada Urgensinya: 5 Tahun Cukup

"Alumni GMNI juga berkiprah di berbagai partai politik.Ada yang di PDI Perjuangan seperti Bu Mega, Pak Taufiq Kiemas, di Golkar seperti Pak Theo Sambuaga. Di Nasdem seperti Pak Siswono, di Demokrat ada Pakde Karwo dan lain lain" jelas Basarah lagi.

Sekjen DPP PA GMNI Ugik Kurniadi membantah adanya berita yang menyebutkan, pidato Ketua Umum PA GMNI Ahmad Basarah mengatakan kepada pejabat yang hadir harus memberikan dukungan kepada GMNI jika ingin dapat dukungan dan rekomendasi dari PDI Perjuangan.

"Saya hadir dan mendengarkan seluruh isi pidato Bung Ahmad Basarah, tidak sedikitpun beliau bicara seperti itu, apalagi menyebutkan bahwa GMNI itu PDIP dan PDIP adalah GMNI" ujar Ugik Kurniadi.

Baca: Tulis Surat Setia pada NKRI, FPI Sempat Duduki Urutan Ke-4 Organisasi Bertentangan dengan Pancasila

Pembukaan Kongres GMNI ke XXI diresmikan oleh Menteri Sosial Ari Batubara. Dalam ceramahnya Menteri Sosial itu menekankan pentingnya GMNI melakukan revitalisasi pengkaderannya yang mengikuti perkembangan jaman yang terus berubah cepat.

"GMNI harus tampil lebih milenial tanpa harus meninggalkan prinsip ideologinya," kata Ari Batubara.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved