Bantah Ma'ruf Amin Instruksikan Polisi Awasi Masjid, Ini Penjelasan Stafsus Wapres, Masduki Baidlowi

Staf Khusus Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi menjelaskan inti dari pidato Ma'ruf Amin adalah mengutip perkataan Sunan Gunung Jati

Bantah Ma'ruf Amin Instruksikan Polisi Awasi Masjid, Ini Penjelasan Stafsus Wapres, Masduki Baidlowi
Dokumen Setwapres
Wakil Presiden Maruf Amin didampingi ibu negara Wury Maruf Amin di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, untuk bersiap ke Pangkalan Udara TNI AU Adi Sucipto, Yogyakarta, Minggu (24/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM Staf Khusus Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, menjelaskan tidak ada pernyataan Wapres yang bersifat intoleran.

Terkait pernyataan Ma'ruf Amin soal wacana aparat mengawasi masjid, Masduki mengatakan hal tersebut adalah nasihat, bukan sebuah perintah.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube tvOneNews, Senin (30/11/2019), Masduki juga mengatakan bahwa pidato yang disampaikan oleh Ma'ruf Amin adalah mencontoh dari pesan yang pernah disampaikan oleh Syarif Hidayatullah.

 

Mulanya Masduki menjelaskan tentang latar belakang acara yang dihadiri oleh Ma'ruf Amin saat menyampaikan pernyataan aparat awasi masjid.

"Pertama yang perlu saya tegaskan sebagai staf khusus yang membidangi masalah informasi dan komunikasi, bahwa pidato yang disampaikan oleh Wakil Presiden itu di Cirebon dalam konteks Festival Tajug di Kraton," kata Masduki.

Pidato yang disampaikan saat Festival Tajug tersebut, menurut Masduki adalah kata-kata yang pernah disampikan oleh salah satu pemuka agama di Cirebon, yaitu Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati

"Itu adalah pidato nasihat kepada warga yang bapak wakil presiden sebenarnya sedang mengelaborasi sebuah kata-kata yang sangat agung, yang disampaikan oleh Syarif Hidayatullah. Seorang tokoh yang mengislamkan masyarakat di Jawa Barat," lanjut Masduki.

Masduki kemudian membahas inti dari pesan yang pernah disampaikan oleh Syarif Hidayatullah.

Inti dari pesan tersebut adalah menjaga rumah ibadah dan orang-orang miskin.

"Inti dari perkataan Syarif Hidayatullah itu menjaga tajug dan menjaga orang miskin, itulah yang kemudian oleh Wapres untuk dijelaskan kepada masyarakat dalam pengertian tajug itu sebenarnya rumah ibadah, dan langgar," kata Masduki.

Baca Selengkapnya >>>

Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved