Mahfud MD Sebut Ada Usulan Penyelesaian HAM Lewat KKR dalam Pertemuan dengan Tokoh Papua

Mahfud MD mengatakan ada usulan dari tokoh Papua untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Papua lewat Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).

Mahfud MD Sebut Ada Usulan Penyelesaian HAM Lewat KKR dalam Pertemuan dengan Tokoh Papua
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menko Polhukam Mahfud MD meninggalkan gedung KPK seusai menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Jakarta, Senin (2/12/2019). Mahfud MD menyerahkan LHKPN setelah menjabat Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) dalam Kabinet Indonesia Maju. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhulkam) Mahfud MD mengatakan ada usulan dari tokoh Papua untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Papua lewat Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).

Meski begitu ia belum menjelaskan soal mekanismenya.

"Ada begitu. Usul untuk dibawa ke KKR. Mekanismenya nantilah, kan belum jadi. KKR itu artinya penyelesaian secara non yudisial," kata Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Baca: Wakil Wali Kota Jakpus Sebut PKL Senen Tolak Relokasi karena Diancam Ormas

Diberitakan sebelumnya, terkait penyelesaian persoalan masalah dugaan pelanggaran HAM masa lalu yang kerap didengungkan masyarakat Papua, Mahfud MD menyatakan, memiliki tiga skema untuk mengklarifikasinya.

"Kami akan klarifikasi, dengan cara apa. Ada tiga skema, kalau pelakunya sudah diadili dan dihukum tapi masih diteriakin terus, akan diberi penjelasan bahwa kasus sudah selesai," kata Mahfud, Sabtu (30/11/2019) usai menggelar pertemuam dengan pemuda-pemuda Papua di sebuah Hotel di Kota Jayapura.

Baca: Mahfud MD Sebut Situasi di Papua Kondusif Meskipun Masih Ada Kelompok Kriminal Bersenjata

Skema kedua, bila kasus sedang dalam proses dan belum terselesaikan akan diawasi bersama.

”Yang masih berjalan seperti di Papua ini ada dua kasus yang belum terselesaikan karena masih di split perkaranya, ya kita awasi bersama-sama,” kata Mahfud.

Baca: Bahas PKPU Bersama DPR, KPU Soroti Perlindungan Hak Pemilih Hingga Keterbukaan Data

Skema ketiga, jika memang tidak bisa lagi diadili maka akan diselesaikan di luar mekanisme hukum.

”Yang sudah tidak bisa diadili karena subyek dan obyeknya tidak ada, itu dilakukan melalui non yudisial. Misalnya peristiwa 65, Anda mau mengadili siapa? buktinya apa, pelakunya siapa dan sebagainya,” kata Mahfud MD.

Mahfud MD sebut Papua kondusif

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamana (Menkopolhukam) Mahfud MD membeberkan situasi terkini di Papua setelah dirinya melakukan kunjungan kerja ke Papua pada Jumat (29/11/2019).

Mahfud MD menyebut bila saat ini situasi di Papua kondusif.

Meski begitu, Mahfud MD tidak menampik bila Kelompok Kriminal Bersenjata masih berkeliaran di beberapa titik di Papua.

Baca: Respons Mahfud MD Sikapi Pernyataan Habib Rizieq Shihab dalam Reuni 212: Itu Diulang-Ulang

"Papua itu kondusif sebetulnya. Memang ada beberapa titik pelaku kekerasan, atau kelompok kriminal bersenjata ada di beberapa titik. Tapi kan itu beberapa, kecil lah. Seluruhnya saya berkeliling di kota Jayapura, aman, masyarakat senang, seperti biasa saja, duduk-duduk di pinggir jalan," kata Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019) sore.

Menurut Mahfud MD, pekerjaan pemerintah ke depan adalah melakukan pernormalisasian pemerintahan di Papua.

Baca: Mabes Polri: Tidak Ada Perayaan HUT OPM

"Tinggal penormalisasian pemerintahan," kata Mahfud MD.

Diberitakan sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud MD mengakui kehadirannya di Papua bersama beberapa menteri, Panglima TNI, dan Kapolri untuk memastikan situasi aman dan kondusif menjelang 1 Desember yang diyakini sebagian masyarakat Papua sebagai HUT OPM.

“Menyambut Desember, Papua aman tidak ada apa-apa. Dan insyah Allah akan terus, kalau ada masalah atau letupan-letupan kecil, itu hal biasa. Karena dimanapun pasti ada hal demikian,” kata Mahfud MD, Sabtu (30/11/2019) usai menggelar pertemuan dengan pemuda-pemuda Papua di sebuah Hotel di Kota Jayapura.

Baca: Rizieq Shihab: Saya Bantah Pernyatan Mahfud MD, Saya Sudah Lapor Pencekalan ke Dubes Arab Saudi

Menurutnya, kondisi Papua kini aman dibanding sebelum-sebelumnya.

”Papua sekarang jauh lebih aman dibandingkan 2-3 minggu sebelumnya. Anda merasakan sendiri kan,” kata Mahfud MD.

Menko mengatakan, ia hadir bersama beberapa menteri, Panglima dan Kapolri guna memastikan bahwa Papua memang aman dan kondusif.

“Kami hadir untuk menunjukkan bahwa tidak ada apa-apa disini. Kalau negara gawat kan pejabat tidak datang, iya kan. Ini pejabat datang makan di warung- warung kecil. Saya tadi makan di warung Nusantara, masakannya enak dan situasi benar-benar aman,” ucap Menko.

Polri pastikan tak ada perayaan HUT OPM

Mabes Polri memastikan tidak ada perayaan berarti saat hari ulang tahun (HUT) Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember 2019.

Demikian disampaikan Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono di Rumah Sakit (RS) Polri, Jakarta, Senin (2/12/2019).

"Jadi di Papua tidak ada perayaan ya, tidak ada perayaan ultah OPM. Kemarin sudah mendengar evaluasi dari Kapolda Papua situasinya kondusif," kata Brigjen Pol Argo Yuwono.

Baca: Sudah Sebulan Posisi Kabareskrim Kosong, Ini Penjelasan Polri

Menurut Argo Yuwono, hal tersebut tidak terlepas dari upaya polri bersama TNI dengan melakukan berbagai kegiatan preventif di Papua.

Salah satunya dengan menemui langsung tokoh-tokoh Papua.

"Karena ada beberapa preventif yang sudah kita lakukan bersama sama dengan TNI, ada disana kegiatan kopi morning yang dengan tokoh adat tokoh masyarakat, tokoh papua, kemudian ada baksos memberikan layanan disana," ungkapnya.

Baca: Gunakan Atribut Papua Merdeka, 4 Orang Masih Diperiksa di Kantor Polsek Abepura

"Banyak masyarakat yang membutuhkan kehadiran TNI-Polri apa itu dokter gigi, dokter umum, dan sebagainya. Jadi kita memberikan pelayanan disana," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pihaknya juga telah menyediakan fasilitas untuk melaksanakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) saat HUT OPM dilaksanakan kemarin.

Baca: HUT OPM, Kapendam XVII/ Cenderawasih: Situasi Aman Terkendali

Mengingat, HUT OPM bersamaan dengan ibadah bagi umat nasrani pada hari Minggu.

"Terus juga ada patroli bersama, juga ada parasut turun dari TNI dan menggunakan kostum sinterklas," ujarnya.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved