Ma'ruf Amin: Akses Air Minum Layak di Indonesia Harus Sejajar dengan Negara-negara G20

Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan Indonesia perlu mengejar ketertinggalan dalam akses air minum layak.

Ma'ruf Amin: Akses Air Minum Layak di Indonesia Harus Sejajar dengan Negara-negara G20
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Wakil Presiden Maruf Amin saat membuka Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) di Kempinsky Hotel, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan Indonesia perlu mengejar ketertinggalan dalam akses air minum layak.

Ia menuturkan, ketersediaan akses air minum layak Indonesia harus sejajar dengan negara-negara anggota G20.

"Indonesia adalah anggota negara G20, jadi kita harus berusaha keras agar akses terhadap air minum yang aman melalui perpipaan harus menjadi tujuan kita agar paling tidak sejajar dengan negara tetangga kita yang G-20," kata Maruf Amin saat membuka Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) di Kempinsky Hotel, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Baca: Mahfud MD Sebut Ada Usulan Penyelesaian HAM Lewat KKR dalam Pertemuan dengan Tokoh Papua

Indonesia diketahui baru memiliki 20 persen akses perpipaan air minum layak dan aman.

Padahal, salah satu indikator negara maju adalah tersedianya air minum yang aman dan sanitasi yang layak bagi masyarakatnya agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.

"Upaya untuk mengatasi dua persoalan (air minum layak dan sanitasi) sangat mendesak untuk dilakukan pemerintah Jokowi-Maruf," kata dia.

Baca: 653 Kendaraan Bermotor Ditilang Karena Terobos Jalur Sepeda

Sementara itu, Menteri PPN atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menuturkan, akses air minum layak di Indonesia meningkat sekitar lima persen dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir; dari 82,14 persen di 2011 menjadi 87,75 persen di 2018.

Dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024, Pemerintah akan meningkatkan akses penyediaan air minum aman melalui perpipaan hingga mencapai 30 persen melalui pembangunan 10 juta sambungan rumah tangga.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved