Breaking News:

Kasus Novel Baswedan

Kompolnas Sebut Kosongnya Kursi Kabareskrim Tak Pengaruhi Kinerja Polri Ungkap Kasus Novel

Kompolnas menilai kekosongan kursi Kabareskrim Polri selama satu bulan terakhir tidak mempengaruhi Polri ungkap kasus Novel Baswedan

Istimewa
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti 

"Kasus-kasus yang masih belum bisa diungkap memang jadi kewajiban penyidik untuk dapat mengungkap tuntas. Tidak hanya kasus Novel, tapi juga kasus-kasus yang lain," katanya.

Diberitakan sebelumnya, usai ditetapkan sebagai Kapolri dalam rapat paripurna DPR, pada 31 Oktober 2019, Jenderal Idham Azis sempat melontarkan janji akan menunjuk penggantinya setelah dilantik.

Penunjukan Kabareskrim baru juga tak lepas dari janji Idham untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Baca: Rekam Jejak Gatot Eddy Pramono, Kapolda Metro Jaya yang Namanya Mencuat Jadi Kabareskrim

Namun, nyatanya, belum ada tanda-tanda siapa perwira tinggi (pati) yang akan menduduki jabatan tersebut hingga saat ini.

Idham sebenarnya sudah melakukan rotasi jabatan pertamanya sebagai Kapolri.

Bahkan, Idham juga telah memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pati dari rotasi pertamanya pada 19 November 2019.

Namun, dalam surat telegram bernomor ST/3020/XI/KEP/2019 tertanggal 8 November 2019, tidak ada posisi Kabareskrim.

Sejumlah jabatan yang dirotasi antara lain, Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam), Kapolda Sumatera Selatan, Kapolda Kalimantan Timur, Koorsahli Kapolri, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, hingga Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri.

Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved