Memerangi Sampah Organik, Nyampah Corporation Memperoleh Penghargaan Young Social Entrepreneurs

Kemenangan tersebut diraih setelah tim bisnis sosial milik Aal mengikuti Pitching for Change, salah satu sesi penting di program YSE di Singapura

Memerangi Sampah Organik, Nyampah Corporation Memperoleh Penghargaan Young Social Entrepreneurs
Istimewa
Nyampah Corporation menyediakan sudut khusus untuk area penampungan sampah organik bagi masyarakat di Surabaya dan Malang. Larva BSF di area tersebut akan mereduksi sampah-sampah tersebut hingga 80 persen, sedangkan 20 persen sisanya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berkat status finalis program YSE 2019 dari SIF, Nyampah Corporation memperoleh pendanaan senilai S$20.000 atau sekitar Rp200 juta untuk memperkuat dampak bisnis sosial mereka

Abu Muslim Aljauhari atau yang akrab disapa Aal, pendiri Nyampah Corporation, memulai perusahaan sosial ini dengan sekitar uang Rp1 juta dari tabungan pribadinya untuk mulai mengembangbiakkan BSF-nya sendiri di Surabaya.

Kemudian ia menghasilkan lebih banyak dana dengan membawa inisiatif ini ke berbagai kompetisi kewirausahaan.

Kegigihan ini telah mengantarkan Aal ke berbagai prestasi, termasuk dari program YSE, Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2018, ITS Youth Technopreneur 2018, dan Inkubator ITS 2019.

Sekarang, Nyampah Corporation telah memberikan kontribusi yang signifikan untuk melindungi lingkungan dengan mengurangi ratusan kilogram sampah organik setiap harinya di Surabaya dan Malang.

Oktober lalu, Aal juga membawa Nyampah Corporation ke program tingkat internasional berdurasi delapan bulan yang diselenggarakan untuk kewirausahaan sosial, yaitu program Young Social Entrepreneurs (YSE) 2019 dan berhasil menjadi salah satu pemenang pendanaan sebesar S$20.000 atau sekitar Rp200 juta.

Baca: Penginnya Liburan Akhir Tahun ke Australia, Melaney Ricardo Terkendala Biaya

Kemenangan tersebut diraih setelah tim bisnis sosial milik Aal mengikuti Pitching for Change, salah satu sesi penting di program YSE di Singapura.

Sebelum ini, Nyampah Corporation, bersama dengan 14 tim dari negara lain, menjalani skema bimbingan (mentorship) untuk meningkatkan ide bisnis sosial mereka serta kunjungan studi ke Shanghai, Tiongkok untuk pembelajaran lintas budaya.

YSE 2019 sendiri adalah program yang diselenggarakan oleh Singapore International Foundation (SIF) yang bertujuan untuk menginspirasi, membekali, dan memberikan kesempatan kepada para pemuda di Asia Tenggara untuk meluncurkan serta mengembangkan bisnis sosial mereka ke taraf global.

Selain peluang pendanaan, peserta YSE yang terpilih juga melewati masa inkubasi selama delapan bulan yang dilengkapi dengan lokakarya, skema bimbingan, hingga kunjungan studi ke luar negeri untuk mempelajari budaya lain.

Tidak mudah bagi Nyampah Corporation untuk sampai ke tahap finalis YSE 2019 karena harus bersaing dengan 14 perusahaan sosial yang menginspirasi lainnya dari Bangladesh, Kamboja, India, Malaysia, Selandia Baru, Pakistan, Singapura, dan Thailand.

Aal merasa terhormat dapat membawa kemenangan bagi Indonesia dalam program kewirausahaan sosial tingkat internasional seperti YSE 2019.

Baca: Penginnya Liburan Akhir Tahun ke Australia, Melaney Ricardo Terkendala Biaya

"Program ini tidak hanya memungkinkan kami untuk membuat dampak yang lebih kuat dan lebih luas bagi lingkungan Indonesia, tetapi juga memberikan kesempatan untuk membangun hubungan yang baik dan menginspirasi anak muda pembawa perubahan di negara-negara lain," ungkap Aal.

Sejak diluncurkan pada 2010 hingga Oktober 2019 lalu, program YSE telah menyambut 525 tim dari 30 negara, memberikan pembekalan kepada lebih dari 1.100 pemuda pembawa perubahan, untuk meluncurkan atau mengembangkan perusahaan sosial mereka yang berada di Singapura dan sekitarnya.

Saat ini hingga 15 Desember 2019, SIF membuka pendaftaran untuk YSE 2020. Kesempatan ini akan menjadi tempat bagi para generasi muda pembawa perubahan, seperti Aal dari Nyampah Corporation, untuk merebut kesempatan untuk secara inovatif memecahkan persoalan sosial dan lingkungan, serta memberikan dampak positif bagi dunia.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved