Tanggapan Tokoh soal Jabatan Presiden Diperpanjang, MPR Sebut Tak Ada Kajiannya hingga Respon Jokowi

Akhir-akhir ini center terdengar isu soal perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Bagaimana tanggapan para tokoh?

TRIBUNNEWS.COM - Akhir-akhir ini center terdengar isu soal perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Hal ini pun menimbulkan banyak komentar dari tokoh politik Indonesia.

Soal isu perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyebut tidak pernah didiskusikan.

Hal tersebut diungkapkan politisi PDIP Arif Wibowo, dilansir melalui Kompas.com.

Arif menyebut Badan Pengkajian MPR saat ini tidak membahas persoalan perpanjangan masa jabatan Presiden.

Fokus MPR disebutnya berada pada pembahasan Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Arif Wibowo
Arif Wibowo (Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com)

"Ya kami belum pernah mendiskusikan hal itu. Memang tidak ada diskusi soal masa jabatan Presiden yang ditambah 1 periode, perpanjangan setiap periodenya, tidak ada kajian soal itu," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

 Ia menyebut perpanjangan jabatan masa presiden adalah pembicaraan di luar yang resmi.

Lebih lanjut, Arif mengungkapkan PDIP tidak menyetujui usulan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Dikatakannya, persoalan tersebut perlu adanya kajian yang lebih dalam.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved