Kemendikbud: Kultur Belajar Harus Diubah untuk Meningkatkan Minat Baca

Totok meminta agar sekolah lebih melibatkan siswa dalam membaca, serta mendorong siswa untuk melakukan aktivitas membaca sebagai hiburan di waktu luan

Kemendikbud: Kultur Belajar Harus Diubah untuk Meningkatkan Minat Baca
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Karyawan Pertamina bercerita dan mengajak untuk membaca kepada siswa di Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Dreamable PKBM Hidayah, Kampung Cibisoro, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Senin (18/11/2019). Kegiatan mengajar pekerja Pertamina ini dalam rangka Pertamina Energi Negeri (PEN) 4, sebagai rangkaian kegiatan Voluntery Days di Pertamina. PEN 4 juga dilaksanakan di 18 kota di Indonesia. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

"Sistem pendidikan Indonesia memberikan kesempatan yang sama untuk meraih prestasi kepada siswa dengan latarbelakang sosial ekonomi keluarga kurang menguntungkan," pungkas Totok.

Seperti diketahui, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang berpusat di Paris, Perancis, merilis Program Penilaian Pelajar Internasional atau Programme for International Student Assessment (PISA) 2018.

Dalam penilaiannya, Indonesia termasuk dalam negara yang dinilai melalui PISA. Berdasarkan hasil PISA 2018 menunjukkan kemampuan siswa Indonesia dalam membaca, meraih rata-rata skor 371.

Sementara untuk sains rata-rata skor siswa Indonesia yakni 396, dan matematika yakni 379.

Penilaian ini membuat Indonesia berada di peringkat 72 dari 77 negara.

Indonesia hanya memiliki skor yang lebih baik dibandingkan Maroko, Lebanon, Kosovo, Republik Dominika, dan Filipina.

China, Singapura, Hongkong, Macao, dan Estonia menjadi lima negara tertinggi dalam peringkat PISA.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved