Erick Thohir Siap Jalankan Perintah Menko Polhukam Soal Indikasi Radikalisme di BUMN

Erick juga mengatakan telah menerima informasi dan data yang telah dikumpulkan tim Mahfud terkait persoalan tersebut.

Erick Thohir Siap Jalankan Perintah Menko Polhukam Soal Indikasi Radikalisme di BUMN
KOMPAS.com / RAKHMAT NUR HAKIM
Menteri BUMN, Erick Thohir, melakukan perombakan besar-besaran di instansinya. Bagaimana nasib tujuh deputi yang dicopot? 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan siap menjalankan perintah Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD terkait indikasi radikalisme di pegawai BUMN.

Erick juga mengatakan telah menerima informasi dan data yang telah dikumpulkan tim Mahfud terkait persoalan tersebut.

Terkait informasi dan data yang telah diterimanya tersebut, Erick mengatakan tidak terkait dengan jumlah dan presentasi pegawai BUMN yang terindikasi terpapar radikalisme.

Baca: Reaksi Sandiaga Uno saat Diminta Najwa Shihab untuk Mengkritik Erick Thohir, Jawabannya Bikin Kaget

Meski begitu, Erick enggan menungkapkan perintah dan masukan Mahfud yang diterimanya dalam pertemuan di kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Kamis (5/12/2019).

"Ya harus. Kalau Menko yang perintah kita harus," kata Erick usai pertemuannya dengan Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Kamis (5/12/2019).

Baca: Kasus Penyelundupan Harley Ilegal di Maskapai Garuda, Erick Thohir: Sebaiknya Mundur atau Saya Copot

Ia pun menekankan pada pandangannya soal ideologi Pancasila yang sudah final di Indonesia.

"Yang namanya ideologi kan sudah putus (final). Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika. Ya tidak ada ideologi lain yang ada di Indonesia dan itu sendiri kan sudah diputuskan bukan hanya saat ini, tapi sudah sejak the founding father zaman dulu," kata Erick.

Ketika ditanya terkait indikasi radikalisme di pegawai BUMN sudah di tahap yang mengkhawatirkan atau belum, ia menilai ada kemungkinan para pegawai yang terindikasi tersebut menerima masukan yang tidak benar.

"Saya rasa mereka juga punya perasaan yang positif atas pembangunan yang sudah terjadi. Mungkin mereka itu mendapat masukan yang tidak benar saja yang harus dijelaskan," kata Erick.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved