Dirut Garuda Dipecat

Kronologi Penyelundupan Harley dan Brompton di Garuda, Sri Mulyani: Kerugian hingga Rp 1,5 Miliar

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan kronologi penyelundupan Harley Davidson tipe Shovelhead keluaran 1972 dan sepeda Brompton.

Kronologi Penyelundupan Harley dan Brompton di Garuda, Sri Mulyani: Kerugian hingga Rp 1,5 Miliar
TRIBUNNEWS.COM/YANUAR
Menteri Sri Mulyani di depan Harley selundupan yang diduga libatkan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara 

Sri Mulyani menyampaikan, saat ini bea dan cukai sedang melakukan penelitian lebih lanjut terhadap pihak Ground Handling dan juga terhadap nama dari penumpang yang masuk dalam klaim tax tersebut.

"Kami mengatakan bahwa saudara SAS mengaku barang ini dibeli melalui akun IB. Jadi katanya sudah lama akan melakukan pembelian melalui akun IB," ujarnya.

Saat dilakukan pengecekan, tidak ada kontak penjual yang didapat melalui akun IB tersebut.

Di sisi lain, disampaikan Sri Mulyani, diketahui SAS mempunyai hutang bank sebanyak Rp 300 juta yang dicairkan pada bulan Oktober yang digunakan sebagai renovasi rumah.

Lalu, setelah ditelusuri rekening dari SAS, ditemukan data mutasi pihak SAS mentransfer uang kepada istrinya senilai Rp 50 juta sebanyak tiga kali.

Dalam penyelidikan diduga SAS tidak mempunyai hobi motor.

Namun, selama ini SAS hanya melakukan impor Harley Davinsion.

SAS diketahui hobi bersepeda.

Selanjutnya, ditemukan juga beberapa histori transaksi keuangan yang ditengarai memiliki hubungan terhadap inisiatif untuk membeli dan membawa motor tersebut ke Indonesia.

(Tribunnews.com/Indah Aprilin Cahyani)

Penulis: Indah Aprilin Cahyani
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved