Tenggat Waktu Pengusutan Kasus Novel Berakhir, WP KPK Ingin Jokowi Beri Waktu Ketat Polisi

Yudi Purnomo berharap Presiden Jokowi memberikan waktu yang ketat untuk mengusut kasus penyerangan air keras Novel Baswedan.

Tenggat Waktu Pengusutan Kasus Novel Berakhir, WP KPK Ingin Jokowi Beri Waktu Ketat Polisi
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo berharap Presiden Jokowi memberikan waktu yang ketat untuk mengusut kasus penyerangan air keras Novel Baswedan. 

KPK ingin mengetahui kemajuan dari kasus penyerangan Novel Baswedan itu.

Mengingat, sejak 11 April 2017 hingga kini, kasus Novel itu belum juga tuntas.

"Kalau sudah ada kemajuannya, segera dilaporkan ke kita seperti apa kemajuannya," ungkap Saut.

Namun jika tidak ada kemajuan dari kasus itu, maka ia mengimbau polisi untuk melaporkannya kepada masyarakat.

"Kalau tidak ada kemajuan, ya harus dilaporkan ke publik," jelasnya.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat ditemui di gedung penunjang, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat ditemui di gedung penunjang, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019). (Tribunnews.com/ Lusius Genik)

Dilansir Kompas.com, Yudi Purnomo mengatakan, sosok Kabareskrim yang baru menjadi harapan bagi para pegawai KPK dalam penuntasan kasus Novel.

"Kami sudah kenal Pak Sigit lama. Kami kenal beliau sebagai perwira reformis yang berkiprah lama dan siap memberantas korups,"

"Kami punya harapan besar bahwa Pak Sigit bisa mengungkap kasus Novel," kata Yudi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Yudi menambahkan, saat ini telah memasuki tenggat waktu penyelesaian kasus Novel yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo.

"Karena sampai hari ini Desember pekan pertama, sesuai janji Pak Presiden Jokowi kasus ini seharusnya selesai. Namun sampai hari ini tidak selesai juga,"

Halaman
1234
Penulis: Nuryanti
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved