Breaking News:

Masa Jabatan Presiden

Hidayat Nur Wahid Secara Tegas Sampaikan Tak Setuju Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid tegas menyampaikan tidak setuju dengan wacana penambahan masa jabatan presiden.

MPR RI
Hidayat Nur Wahid Secara Tegas Sampaikan Tak Setuju Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden 

Hidayat Nur Wahid Secara Tegas Sampaikan Tak Setuju Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid secara tegas menyampaikan tidak setuju dengan wacana penambahan masa jabatan presiden.

Diketahui saat ini wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode masih menjadi perbincangan.

Dalam program Aiman Kompas TV, Hidayat Nur Wahid menyampaikan pendapatnya mengenai wacana tersebut.

"Untuk yang tiga periode, secara tegas saya menyampaikan tidak setuju," ujar Hidayat Nur Wahid, dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (9/12/2019).

Hidayat Nur Wahid menyampaikan, peraturan masa jabatan presiden menurut Undang-undang Dasar 1945 sudah tepat.

Sehingga, ia setuju dengan masa jabatan presiden yang maksimal dua periode.

"Saya setuju untuk laksanakan berdasarkan Undang-undang yang ada, maksimal dua kali masa jabatan," katanya.

Namun, ia mengimbau, terkait pelaksanaan pemilihan presiden, bisa dilakukan perbaikan agar lebih baik lagi.

"Tapi tetap harus dilakukan perbaikan terhadap praktik memilih presiden," lanjut Hidayat Nur Wahid.

Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR RI.
Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR RI. (dok. MPR RI)
Halaman
1234
Penulis: Nuryanti
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved