Jokowi Sebut KUR di Sektor Industri Perikanan dan Pariwisata Masih Kurang

Dalam Ratas pada Senin (9/12/2019), Presiden Jokowi mengingatkan penyaluran Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus tepat sasaran

Jokowi Sebut KUR di Sektor Industri Perikanan dan Pariwisata Masih Kurang
Agoes Rudianto/National Geographic Indonesia
Nelayan tradisional memasukkan ikan tangkapan ke dalam jerigen di Teluk Baruk, Sepempang, Natuna, Senin, 7 Oktober 2019. Kepulauan Natuna merupakan salah satu wilayah yang menyimpan potensi sumber daya perikanan laut. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam Rapat Terbatas (Ratas) pada Senin (9/12/2019), Presiden Jokowi mengingatkan penyaluran Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus tepat sasaran.

Mantan Wali Kota Solo ini menyoroti masih belum meratanya penyaluran program KUR baik di sektor pertanian, perikanan hingga pariwisata.

Baca: Jika Ingin Berantas Korupsi, Jokowi Disarankan Harus Punya Political Will yang Kuat

"Untuk pertanian saya lihat baru termanfaatkan 30 persen dari plafon yang ada. Begitu juga industri pengolahan mikro kecil, menengah baru termanfaatkan 40 persen," tuturnya.

"Sektor perikanan dan pariwisata juga serapan masih rendah. Saya kira inilah yang harus kita carikan titik sumbatnya ada dimana sehingga diharapkan penyaluran KUR betul-betul bisa tepat‎ sasaran dan bisa dinikmati oleh UMKM," tegas Jokowi.

Jokowi memberikan masukan apakah perlu dibuat skema khusus KUR yang sesuai dengan kebutuhan sektor-sektor yang ada termasuk disesuaikan dengan waktu produksinya.

Atau ditawarkan skema KUR investasi dengan periode yang lebih panjang sehingga pinjaman KUR bagi pelaku UMKM bisa mengembangkan usahanya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved