Kasus Novel Baswedan

Tenggat Waktu Yang Diberikan Jokowi Soal Kasus Novel, Ini Kata Polri

Hingga memasuki pekan kedua Desember 2019, teka-teki siapa penyerang penyidik lembaga anti rasuah itu masih misterius.

Tenggat Waktu Yang Diberikan Jokowi Soal Kasus Novel, Ini Kata Polri
Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tenggat waktu yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga awal Desember 2019,l untuk mengungkap kasus penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan belum kunjung terealisasi.

Hingga memasuki pekan kedua Desember 2019, teka-teki siapa penyerang penyidik lembaga anti rasuah itu masih misterius.

Polri pun memberi keterangan ihwal sampai mana kelanjutan kasus tersebut.

Baca: Jaringan Narkoba Internasional Pakai Sampan Untuk Bertransaksi di Tengah Laut

"Namanya penyidikan itu tergantung dari pada alat bukti. Contoh banyak kasus yang sampai sekarang belum terungkap. Tentunya penyidik tetap melakukan kegiatan untuk mencari baik melalui ilmiah, mulai dari induktif, deduktif, kita tetap bekerja untuk melakukan pengungkapan," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Argo juga menyatakan belum mendapatkan informasi ihwal kapan akan mengumumkan kembali temuan baru kasus Novel. Ia menyebut, selama ini kasus ini telah berkoordinasi dengan penyidik dari KPK.

"Nanti kan belum dapat info dari tim penyidik. Kita paparan juga ada, paparan ke pimpinan KPK beberapa kali, kita libatkan penyidik KPK juga untuk kasus ini," pungkasnya.

Baca: Bamsoet Bicara Kemungkinan KPK Masuk Amandemen UUD 1945

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore nanti, Senin (9/12/2019) memanggil Kapolri Jendral Polisi Idham Azis ke Istana negara.

"Iya sore nanti saya panggil (Kapolri)," ujar Jokowi di SMK 57, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sebelum ini, presiden Jokowi meyakini Polri mampu mengungkap kasus tersebut baik otak pelaku hingga motifnya.

"Insyaallah terungkap," kata Jokowi usai meresmikan jalan tol JORT Ii ruas Kunciran-Serpong di Gerbang Tol Parigi Kota Tangerang Selatan, Jumat (6/12/2019) silam.

Diketahui sebelumnya Presiden Jokowi memberi waktu Polri hingga awal Desember ini untuk mengungkap kasus penyiraman air keras tersebut.

"Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved