Bahas Kartu Pra-Kerja, Presiden Jokowi: Program ini Bukan Gaji Pengangguran

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya menegaskan bahwa program Kartu Prakerja bukanlah program untuk menggaji pengangguran.

Bahas Kartu Pra-Kerja, Presiden Jokowi: Program ini Bukan Gaji Pengangguran
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers usai mengunjungi SMKN 57 Jakarta, Senin (9/12/2019) 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa program kartu prakerja bukanlah upaya pemerintah untuk menggaji para pengangguran.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas dengan topik "Implementasi Program Siap Kerja dan Perlindungan Sosial" di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Jokowi menilai, saat ini timbul persepsi yang salah di masyarakat mengenai program kartu prakerja.

"Terkait implementasi kartu prakerja, saya ingin menegaskan lagi bahwa program ini bukan menggaji pengangguran, sekali lagi bukan menggaji pengangguran. Ini penting saya sampaikan karena muncul narasi seolah-olah pemerintah akan menggaji pengangguran, tidak, itu keliru," tegasnya, dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden.

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan kartu prakerja merupakan bantuan biaya pelatihan vokasi untuk para pencari kerja yang membutuhkan.

Program ini juga menyasar kepada para pekerja aktif dan para pekerja korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Jadi kartu prakerja merupakan bantuan biaya pelatihan vokasi untuk para pencari kerja yang berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang dalam pendidikan formal. Atau juga untuk para pekerja aktif dan pekerja yang terkena PHK yang membutuhkan peningkatan kompetensi," jelasnya.

Dalam hal ini, Jokowi menyebutkan fokus pemerintah dalam kartu prakerja ada dua yang ingin dicapai.

Selain untuk menyerap tenaga kerja, pemerintah hendak meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pekerja.

"Jadi fokus pemerintah dalam kartu prakerja ada dua, yang pertama mempersiapkan angkatan kerja dan terserap untuk bekerja atau menjadi entrepreneur. Kemudian yang kedua meningkatkan para pekerja dan korban PHK melalui reskilling dan upskilling agar semakin produktif dan berdaya saing," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Indah Aprilin Cahyani
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved