Komentar Pedas Rocky Gerung untuk Pentas Drama Para Menteri di Depan Jokowi: Opera Van Norak

Hal yang disayangkan Rocky Gerung, seharusnya presiden hadir di KPK dengan mengenakan jaket oranye.

Komentar Pedas Rocky Gerung untuk Pentas Drama Para Menteri di Depan Jokowi: Opera Van Norak
Warta Kota/henry lopulalan
Rocky Gerung usai memenuhi panggilan kepolisian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018). 

TRIBUNNEWS.COM -- Pengamat Politik Rocky Gerung ikut mengomentari video pentas drama Menteri Erick Thohir, Wishnutama dan Nadiem Makarim yang viral di media sosial.

Menurut Rocky Gerung, drama itu sama sekali tidak lucu dan malah terkesan norak.

Tak hanya itu, Rocky Gerung juga menyorot ketidak hadiran Jokowi di acara Komisi Pemberantasan Korupsi, dan memilih hadir ke acara tersebut.

Kemudian Rocky Gerung pun menanggapi foto viral yang memperlihatkan para menteri sedang menghadap Jokowi dengan mengenakan seragam SMA.

"Mungkin sama-sama nakal tu, semua nakal, Jadi ya saya lihat gambarnya dan antara melucu dan menjengkelkan sebetulnya, karena pada saat yang sama ada Hari Anti Korupsi," kata Rocky Gerung dilansir dari Youtube Rocky Gerung Official Selasa (10/12/2019).

Hal yang disayangkan Rocky Gerung, seharusnya presiden hadir di KPK dengan mengenakan jaket oranye.

"Buat menyimbolkan bahwa presiden bisa dibekuk oleh KPK, supaya ada pesan bahwa siapapun bisa dibekuk oleh KPK. Jadi presiden lebih memilih datang bersama murid-murid daripada pergi ke universitas pemberantasan korupsi," jelas Rocky Gerung.

Meski demikian, Rocky Gerung menghargai upaya para menteri untuk keluar dari rutinitas, karena kejenuhan birokrasi, homogen dalam istana, sehingga mencari variasi.

"Tapi kurang menimbulkan semacam apresiasi publik. Karena tadi momentumnya ada momentum KPK tuh, jadi bayangkan misalnya nanti kalau diundang sama PAUD, berarti presiden dan menteri-menteri itu pakai baju anak PAUD misalnya kan," kata Rocky Gerung lagi.

Menurut Rocky Gerung, para menteri itu sedang berusaha memparodikan sesuatu tapi gagasan intelektual tentang parodinya tidak dapat.

Halaman selanjutnya

Editor: TribunnewsBogor.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved