Pilkada Serentak

Mantan Jubir Jokowi Kiai Maruf Rian Ernest Calonkan Diri Sebagai Wali Kota Batam

Mantan Jubir Jokowi Kiai Maruf Rian Ernest Calonkan Diri Sebagai Wali Kota Batam

Editor: Rachmat Hidayat
ISTIMEWA
Ria Ernest dan Yusiani Gurusinga, maju sebagai calon wali kota dan wakil wali Kota Batam melalui jalur independen. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Mantan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Kiai Maruf Amin, Rian Ernest mendeklarasikan diri maju sebagai calon wali kota di Pilkada Kota Batam tahun 2020.

Dalam Pilkada Batam ini, dia akan maju bersama Yusiani Gurusinga sebagai Calon wakil wali kota.

Lantaran PSI hanya memiliki satu kursi di DPRD Batam, Rian dan Yusiani memutuskan maju melalui jalur independen.

Baca: Kejaksaan Agung Tunggu Perhitungan Kerugian Negara dari BPK Terkait Kasus Korupsi BTN Cabang Batam

Alasannya karena politisi PSI itu enggan melakukan lobi lobi dengan partai politik lain.

“Saya tidak setuju dengan lobi-lobi dan transaksi mahar politik. Melalui perhitungan matang, saya memutuskan maju melalui Jalur Independen,” katanya.

Dia menjelaskan, ada beberapa pertimbangan mengapa dirinya dan Yusiani memutuskan maju independen.

Baca: Partai Gerindra Instruksikan DPC Tak Calonkan Eks Koruptor Maju Pilkada Serentak 2020

Pertama karena tidak punya beban Partai Politik. Lalu menjauhkan diri dari politik transaksional.

“Bisa bertemu dengan berbagai komunitas lintas identitas partai. Membuka akses dengan kelompok-kelompok yang selama ini diabaikan oleh sistem politik Batam," katanya Rabu (10/12/2019).

"Dan melahirkan gagasan yang muncul dari aspirasi masyarakat Batam sendiri, dan bukan hanya gagasan partai,” jelas Rian.

Untuk maju, Rian dan Yusiani harus mengumpulkan 49 ribu lembar KTP hingga Februari 2020.

Baca: Ibu dan Anak-anak Dikurung Debt Collector di Batam Gara-gara Utang ke Rentenir

Mantan staf Basuki Tjahaja Purnama saat menjabat Gubernur DKI Jakarta itu optimis menargetkan meraih 60 ribu lembar KTP.

“Di Batam belum pernah ada calon lolos verifikasi jalur independen, ini bisa jadi sejarah,” tegasnya.

Rian mengungkapkan, dirinya memutuskan untuk kembali ke Batam untuk membangun kampung halamannya.

Dia menilai, banyak potensi wilayah Batam belum digarap secara maksimal.

“Ibunda saya merupakan kelahiran Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau. Melalui Gerakan ‘Batam Baru’, saya pulang untuk bergabung bersama warga Batam,” katanya.

Karena itu, untuk kampanyenya, Rian mengusung “Batam Baru”. Gerakan yang muncul dari tengah masyarakat Batam sendiri.

“Batam Baru adalah gerakan yang mengusung ide dan aspirasi warga Batam sendiri untuk membenahi potensi pariwisata dan industri kota Batam. Saatnya semangat pembaruan hadir di Kota Batam,” katanya lagi.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved