Walhi: Ada 146 Dugaan Kriminalisasi Terhadap Pejuang Lingkungan Hidup Sepanjang 2014-2019

"Antara lain Jakarta empat kasus, Jawa Barat lima kasus, Jogjakarta 19 kasus, Jawa Tengah 15 kasus dan Jawa Timur 103 kasus," ujarnya

Kompas.com/Achmad Nasrudin Yahya
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengadakan jumpa pers di tengah perayaan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) di Kantor Walhi, Selasa (10/12/2019) 

Di mana sektor tambang mencapai 52 persen.

Kemudian infrastruktur 13 persen, industri pariwisata dan properti 13 persen, kehutanan 13 persen dan tata ruang 5 persen.

Sedangkan dari pelaku pelanggar HAM terhadap pejuang lingkungan hidup, instansi kepolisian adalah yang paling sering malakukannya.

"Dari sisi pelanggaran HAM, kepolisian mencapai 19 kasus, preman 11 kasus, pemerintah tiga kasus, dan TNI satu kasus," terang Rozani.

Rozani mengaku heran lantaran proyek yang merusak lingkungan masih saja beroperasi.

Terlebih, pemerintah memberikan karpet merah melalui kebijakan yang berpotensi semakin merusak lingkungan.

Bahkan, pemerintah dalam beberapa pekan terakhir mendorong agar Amdal dam IMB dihapuskan.

Baca: Pakar Hukum Pidana Sarankan "Asset Recovery" untuk Bikin Koruptor Jera

Terlebih, pelaksanaan kebijakan perlindungan strategis seperti Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) juga tidak maksimal.

"Berbagai perampasan ruang hidup ini, terus meluas karena selain turut difasilitasi negara, juga didukung oleh berbagai institusi keuangan-pendanaan, baik dalam negeri maupun luar negeri," tegas Rozani. 

Penulis: Achmad Nasrudin Yahya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Walhi: Terjadi 146 Dugaan Kriminalisasi Sepanjang 2014-2019

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved