Kasus Novel Baswedan

Mabes Polri Tengah Lakukan Upaya Tertutup untuk Ungkap Kasus Novel Baswedan

Namun, Iqbal tidak menjelaskan lebih lanjut ihwal langkah tertutup apa yang tengah dikerjakan oleh Kepolisian RI.

Mabes Polri Tengah Lakukan Upaya Tertutup untuk Ungkap Kasus Novel Baswedan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah aktivis, tokoh masyarakat dan mahasiswa hadir dalam peringatan dua tahun kasus kekerasan yang menimpa Novel di depan gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/4/2019). Peringatan yang dihadiri tokoh masyarakat, akademisi, masyarakat sipil, seniman, dan mahasiswa tersebut diisi dengan deklarasi lima tuntutan terhadap presiden agar menuntaskan kasus teror terhadap Novel, membentuk TGPF Independen, memerangi teror dan pelemahan terhadap KPK. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Markas Besar Kepolisian RI tengah melakukan sejumlah langkah upaya tertutup untuk mengungkap kasus penyiraman penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal menyatakan upaya tertutup tersebut untuk dapat menyelesaikan kasus penyiraman air keras yang membuat kedua mata Novel rusak itu.

"Ini ada upaya-upaya tertutup, ada upaya menyelesaikan penyelidikan terkait dengan itu. Insya Allah segera," kata Iqbal di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Baca: Jokowi Soal Kasus Novel Baswedan: Saya Undang Kapolri, Saya Ingin ketegasan, Ada Progres atau Tidak

Baca: Soal Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan, Polri: Ada Petunjuk Signifikan

Namun, Iqbal tidak menjelaskan lebih lanjut ihwal langkah tertutup apa yang tengah dikerjakan oleh Kepolisian RI.

Hanya saja ketika ditanya seberapa optimis mengungkap kasus itu, ia menyatakan Polri akan menyelesaikan kasus itu secepatnya.

"Ini hanyalah waktu, Insya Allah secepatnya. Insya Allah kita segera mengungkapkan itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dalam hitungan hari.

Hal ini disampaikan Jokowi di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019) pagi.

Jokowi ingin Idham segera mengumumkan siapa penyerang penyidik senior KPK itu ke publik.

"Saya tidak bicara masalah bulan. Kalau saya bilang secepatnya berarti dalam waktu harian. Udah tanyakan langsung ke sana," ucap Jokowi.

Diketahui kemarin Senin (9/12/2019) Jokowi bertemu dengan Idham di Istana Merdeka, Jakarta selama 20 menit.

Dalam pertemuan itu, Jokowi meminta laporan penanganan kasus Novel yang sudah dua tahun lebih tidak terungkap.

Menurut Jokowi, Idham menyampaikan ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan.

"Tanyakan langsung ke Kapolri. Yang jelas sudah disampaikan kepada saya temuan barunya itu seperti apa. Tanyakan langsung ke Kapolri," imbuhnya.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved