Rocky Gerung Dipolisikan

Polisi Tolak Laporan Henry Soal Rocky Gerung yang Dianggap Hina Jokowi, Rupanya Ini Alasannya

Henry mengkhawatirkan, penolakan tersebut dikhawatirkan membuat Rocky akan menjadi bulan-bulanan masyarakat Lampung.

Polisi Tolak Laporan Henry Soal Rocky Gerung yang Dianggap Hina Jokowi, Rupanya Ini Alasannya
Tangkap Layar kanal YouTube Kompas TV
Rocky Gerung. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Karopenmas Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono, mengungkapkan alasan menolak pelaporan advokat Henry Yosodiningrat yang menuntut Rocky Gerung soal pernyataannya dalam sebuah acara diskusi soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap tidak mengerti Pancasila.

Menurut Argo, penolakan pelaporan tersebut telah sesuai dengan aturan. Pasalnya, sang pelapor dinilai tidak membawa bukti-bukti yang mendukung pelaporannya tersebut.

"Tentunya masyarakat boleh melaporkan ya, melaporkan seseorang, kalau memang merasa yang bersangkutan itu ada suatu ketidakadilan, dilaporkan. Tentunya ya laporannya harus ada bukti semua ada aturannya," kata Argo di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

Baca: Komentar Pedas Rocky Gerung untuk Pentas Drama Para Menteri di Depan Jokowi: Opera Van Norak

Setelah memiliki bukti untuk dilaporkan, kata dia, barulah nantinya polri akan mengusut bukti-bukti tersebut. Yang jelas, pelapor harus memenuhi syarat yang dibutuhkan untuk melaporkan seseorang.

"Dilaporan semuanya tetep ada bukti seperti apa, baru nanti dianalisa oleh penyidik, didiskusikan, kalau memang kurang ya nanti untuk kembali untuk melengkapi daripada syarat-syarat untuk melaporkan seseorang," pungkasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menolak pelaporan advokat Henry Yosodiningrat yang menuntut pengamat politik Rocky Gerung soal pernyataannya dalam sebuah acara diskusi soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap tidak mengerti Pancasila.

Baca: Pengamat: Hubungan Jokowi dan KPK Dianggap Memanas, Segalanya Mau Intervensi

Penolakan itu, kata Henry Yosodiningrat, setelah pihak kepolisian menanyakan soal surat kuasa yang dimiliki oleh Henry sebagai pelapor.

"Saya menunggu 4,5 jam dengan rasa kecewa terhadap Polri karena tidak ada kepastian. Awalnya mereka menanyakan mana surat kuasa Joko Widodo selaku pribadi maupun presiden," kata Henry di gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Menurut Henry, dia melaporkan kasus tersebut atas nama pribadi yang keberatan dengan pernyataan Rocky Gerung. Sebaliknya, pelaporan itu tidak mewakili Jokowi sebagai presiden RI.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved