Anggota Banser NU Dipersekusi, Presiden PKS: Kalau Melanggar Hukum Harus Ditindak

Menanggapi hal itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menegaskan perlunya tindakan hukum agar aksi serupa tak terulang kembali.

Anggota Banser NU Dipersekusi, Presiden PKS: Kalau Melanggar Hukum Harus Ditindak
Danang Triatmojo
Sohibul iman 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Banser NU mengalami aksi persekusi dalam sebuah video yang viral di media sosial baru-baru ini.

Menanggapi hal itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menegaskan perlunya tindakan hukum agar aksi serupa tak terulang kembali.

"Iyalah (perlu tindakan hukum), karena kita negara hukum. Silakan saja kalau itu memang melanggar hukum harus ditindak," ujar Sohibul, pascaberkunjung ke Kantor Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

Ia mengatakan aksi persekusi yang terjadi kepada anggota Banser NU sangat mensimplifikasi.

Pasalnya anggota Banser NU yang enggan mengucap takbir disebut kafir.

"Saya katakan itu sangat tidak proporsional video itu, sangat mengsimplifikasi. Pertama, memaksa orang (mengatakan) takbir. Kedua, ketika orang tidak menyebut takbir disebut kafir," kata dia.

"Status kekafiran seseorang bukan terletak pada satu ucapan, namun pada perbuatan yang lebih luas," imbuhnya.

Baca: Polisi Imbau Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Segera Menyerahkan Diri

Baca: Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Kabur dari Rumah Setelah Videonya Viral

Lebih lanjut, Sohibul menyayangkan aksi persekusi masih terjadi di Indonesia.

Menurutnya, tidak tepat apabila menciptakan provokasi-provokasi yang membuat suasana semakin buruk.

"Janganlah kita main provokasi-provokasi begitu. Saya kira tidak betul hal-hal seperti itu (persekusi, - red). Baiknya kita menciptakan suasana yang adem, jangan menciptakan provokasi kepada siapapun," kata Sohibul.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved