Breaking News:

Dewan Pengawas KPK

Jelang Dilantik, Beredar Nama-nama Dewan Pengawas KPK Pilihan Jokowi, Ada Nama Eks Politikus PDIP

Kini beredar di media sosial Whatsaap sejumlah nama yang disebut-sebut masuk dalam susunan Dewas pilihan Presiden Jokowi.

Warta Kota/henry lopulalan
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Kepala Staf Kepresiden Moeldoko (kiri) dan Mensesneg Pratikno (kanan) menyampaikan keterangan terkait revisi UU KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/9/2019). Presiden menyatakan mendukung sejumlah poin dalam draf revisi UU KPK diantaranya kewenangan menerbitkan SP3, pembentukan Dewan Pengawas KPK dari unsur akademisi atau aktivis anti korupsi yang akan diangkat langsung oleh presiden, ijin penyadapan dari dewan pengawas internal KPK serta status pegawai KPK sebagai aparatur sipil negara. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang pengumuman dan pelantikan Dewan Pengawas (Dewas) ‎KPK pada 20 Desember 2019 nanti.

Kini beredar di media sosial Whatsaap sejumlah nama yang disebut-sebut masuk dalam susunan Dewas pilihan Presiden Jokowi.

Berikut ini isinya :

Beredar daftar kandidat anggota Dewan Pengawas @KPK_RI : Tumpak (Ex KPK), Romli A (Dosen), Indriyanto (Dosen), Harkristuti (Dosen), Gayus Lumbun (Ex Hakim Agung/Politisi), Adi Togarisman (Ex JAM di Kejagung), Budiman TR (Jurnalis), Markus (Dosen)."

Pesan ini juga dikirim via aplikasi Whatsapp ke Tribunnews.com.

Baca: Jokowi Akan Umumkan Nama-nama Dewan Pengawas KPK, Mahfud MD Bilang Akan Ada Kejutan

Menyikapi hal ini, Juru Bicara Presiden Fadjroel ‎Rahman meminta publik bersabar, menunggu pengumuman langsung dari Presiden Jokowi.

"Kita tunggu pelantikan dewas bersama pelantikan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ya, sabar‎," ucap Fadjroel saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Kamis (12/12/2019).

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Adi Toegarisman turut disebut-sebut bakal menempati posisi sebagai Dewas KPK.

Ketika dikonfirmasi Adi Toegarisman mengatakan tidak berwenang menjawab apakah akan mendapatkan kepercayaan tersebut.

"Itu tidak saya bahas, karena bukan wewenang saya," kata dia, ditemui di kantor Kejaksaan Agung, Selasa (10/12/2019).

Baca: Ingin Akses Facebook Gratis Alias Tanpa Kuota? Simak Cara Ini, Sangat Mudah!

Dia menegaskan akan siap menjalankan tugas apabila dipercaya sebagai Dewas KPK.

"Saya pikir kita ini kan aparatur sipil negara. Perintah apapun kalau benar menurut undang-undang saya jalani," tambahnya.

Untuk diketahui Presiden Jokowi punya waktu kurang lebih satu minggu untuk segera mengumumkan susunan Dewas KPK.

Ini karena pelantikan Dewas KPK dilakukan bersamaan dengan pelantikan Ketua dan Wakil Ketua KPK periode 2019-2023.

Sejumlah nama sempat santer dikabarkan bakal menjadi Dewas KPK seperti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Buya Syafii, Antasari Azhar hingga ‎Adi Toegarisman.

Rencananya nama-nama Dewan Pengawas (Dewas) KPK akan dilakukan pada 20 Desember 2019.

 
Penjelasan Adi
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Adi Toegarisman, merupakan satu dari sejumlah nama yang sering disebut akan menempati posisi sebagai Dewas KPK. 
Adi Toegarisman mengatakan tidak berwenang menjawab apakah akan mendapatkan kepercayaan tersebut.
"Itu tidak saya bahas, karena bukan wewenang saya," kata dia, ditemui di kantor Kejaksaan Agung, Selasa (10/12/2019).
Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Adi Toegarisman tiba di kantornya, Rabu (21/5/2014). Hari ini Rievan Avrian yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jakarta, diperiksa karena diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan videotron di Kementrian Koperasi dan UKM. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Adi Toegarisman tiba di kantornya, Rabu (21/5/2014). Hari ini Rievan Avrian yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jakarta, diperiksa karena diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan videotron di Kementrian Koperasi dan UKM. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) (TRIBUN/DANY PERMANA)
Dia menegaskan akan siap menjalankan tugas apabila dipercaya sebagai Dewas KPK. 
"Saya pikir kita ini kan aparatur sipil negara. Perintah apapun kalau benar menurut undang-undang saya jalani," tambahnya. 
Politikus PDIP
Nama Prof Gayus Lumbuun ikut disebut dalam nana-nama calon Dewan KPK.
Dia dulunya adalah advokat dengan membuka Kantor Hukum Gayus Lumbuun & Associates.
Dikutip dari Wikipedia, kemudian dia pernah jadi pengurus di DPC IKADIN Cabang Jakarta Barat, Ketua Bidang Litbang DPP Ikadin dan terakhir sebagai Wakil Ketua Umum DPP IKADIN.
Gayus juga adalah politikus PDIP dan erpilih menjadi anggota Komisi III DPR-RI pada periode 2004-2009 dan 2009-2014 dari PDI Perjuangan, mewakili Daerah Pemilihan Jawa Timur V.
Hakim Agung, Topane Gayus Lumbuun menjadi pembicara pada diskusi publik di Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2014). Diskusi yang diadakan Komisi Hukum Nasional ini mengambil tema
Hakim Agung, Topane Gayus Lumbuun menjadi pembicara pada diskusi publik di Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2014). Diskusi yang diadakan Komisi Hukum Nasional ini mengambil tema "Pertumbuhan Kejahatan dan Prospek Penegakan Hukum Dalam Pemerintahan Jokowi-JK". TRIBUNNEWS/HERUDIN (Tribunnews/Herudin)

II DPR RI, ia pernah duduk sebagai Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR RI (2004-2009) dan Ketua Badan Kehormatan DPR RI (2009-2010), serta berbagai pimpinan Panitia Khusus (Pansus), di antaranya menjadi Wakil Ketua Pansus Hak Angket Bank Century.

Di bidang pendidikan, Gayus Lumbuun juga terkenal aktif mengajar di berbagai universitas dan memiliki sebuah lembaga kajian hukum yang bernama Jakarta Study Centre.

Pria asal Minahasa ini jabatannya terakhirnya dalah hakim Mahkamah Agung (MA). 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved