KPK Diminta Tuntaskan Kasus Abubakar karena Banyak Pejabat Bandung Barat Terlibat

Asep memastikan sudah melaporkan 14 pejabat yang hingga kini masih aktif di pemerintahan Bandung Barat‎.

KPK Diminta Tuntaskan Kasus Abubakar karena Banyak Pejabat Bandung Barat Terlibat
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Pendiri Kabupaten Bandung Barat Asep Suhardi saat usai membuat laporan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta menuntaskan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Bandung Barat Abubakar.

Meski sudah vonis, ‎nyatanya masih banyak pejabat di Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat yang ikut memberikan uang suap kepada Abubakar.

"Ada 14 orang, pejabat setingkat eselon 2 yang kami sertakan namanya dan sudah kami berikan ke KPK sebagai laporan kami. Berdasarkan fakta persidangan, 14 pejabat ini aktif memberikan uang kepada Abubakar," ujar Asep Suhardi selaku Pendiri Kabupaten Bandung Barat saat usai membuat laporan ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2019).

Asep memastikan sudah melaporkan 14 pejabat yang hingga kini masih aktif di pemerintahan Bandung Barat‎.

Baca: ‎Dikabarkan Bakal Mundur dari KPK, Novel Baswedan Masih Berkontemplasi

Ia juga sudah menyertakan jumlah uang yang disetorkan para pejabat tersebut ke Abubakar dalam rangka pencalonan Pilkada 2018 lalu.

"Kita ingin ada kepastian hukum, status 14 pejabat ini. Dari tingkat Sekda sampai kadis," tegasnya.

Selama ini setelah OTT, Asep mengungkapkan banyak warga yang tak nyaman karena pejabatnya yang ketahuan korup, masih bekerja seperti biasa.

"Seperti tak terjadi apa-apa. Aman-aman saja karena sudah lama tidak juga ditindak oleh KPK," keluh Asep.

Baca: ICW: Pembentukan Dewan Pengawas Tak Bisa Selamatkan KPK dari Mati Suri

Asep berharap, laporannya ke KPK saat ini bisa se‎gera ditindaklanjuti agar pemerintahan Bandung Barat bisa berjalan dengan standar Good Governance.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved