Breaking News:

Mahfud MD: Era Pak Jokowi Tidak Ada Satupun Isu Pelanggaran HAM

Dia bilang, peristiwa bisa dikatakan pelanggaran HAM apabila dilakukan secara terencana oleh aparat dan pemerintah.

Igman Ibrahim
Kapolri Idham Aziz dan Mahfud MD 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengklaim era kepemimpinan presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ada satupun pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Semula, Mahfud menjelaskan mengenai definisi pelanggaran HAM yang menjadi versinya.

Dia bilang, peristiwa bisa dikatakan pelanggaran HAM apabila dilakukan secara terencana oleh aparat dan pemerintah.

Baca: Gibran dan Bobby Maju Pilkada, Jokowi: Ini Kompetisi Bukan Penunjukan

"Pelanggaran HAM by law menurut definisi hukum adalah pelanggaran yang dilakukan oleh aparat pemerintah dengan terencana dan dengan tujuan tertentu. Itu pelanggaran HAM," kata Mahfud di Gedung Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019).

Sementara itu, imbuh Mahfud, suatu peristiwa yang tidak dirancang secara sengaja namun terdapat unsur pelanggaran HAM tidak bisa dibilang suatu peristiwa pelanggaran HAM.

Dia berpendapat itu hanya kejahatan atau tindakan kriminal biasa.

Baca: Didatangi Mahfud, Kapolri Bahas Rencana Kenaikan Tipe 7 Polda dan Bentuk Kabahumas

"Suatu kejahatan atau kriminal orang membunuh atau oknum menganiaya orang itu pelanggaran HAM, tapi bukan pelanggaran HAM. Itu namanya kejahatan meskipun isinya pelanggaran HAM," ungkapnya.

"Ada polisi diamuk oleh rakyat itu bukan pelanggaran HAM. Ada rakyat ngamuk ke rakyat itu bukan pelanggaran HAM. Itu yang sifatnya horizontal itu kejahatan namanya kerusuhan," sambungnya.

Dengan definisi itu, Mahfud menyebut, tidak ada satupun peristiwa yang dianggap pelanggaran HAM di era kepemimpinan Jokowi sejak 2014 lalu.

"Coba lihat di era Pak Jokowi sejak 2014 sampai sekarang tidak ada satupun isu pelanggaran HAM. Kejahatan dan pelanggaran oleh oknum juga banyak dan itu sedang diproses," tukasnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved