Minim Suara di Pileg 2019, Diaz Hendropriyono Tuding Pemicunya Konflik Internal

Diaz menjelaskan, penyebab minimnya perolehan suara PKPI di Pileg tahun 2019 lalu. Saat itu, PKPI hanya mendapatkan 0,2 persen suara

Minim Suara di Pileg 2019, Diaz Hendropriyono Tuding Pemicunya Konflik Internal
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono bersama grup musik Repvblik saat mendeklarasikan dukungan Repvblik kepada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019). Pada acara tersebut PKPI bersama Repvblik sekaligus meluncurkan single yang berjudul Jokowi Pilihan Kita.(Tribunnews/Jeprima) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono meminta para kadernya tetap solid menghadapi Pilkada 2020 dan Pemilu 2024, mendatang.

Terutama, kata Diaz, jangan sampai terjadi konflik di internal partai.

Hal itu disampaikan Diaz saat membuka Bimbingan Teknis Nasional 2019 PKPI yang dihadiri 125 caleg terpilih di Hotel Mercure, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019) malam.

“Kalau mau maju jangan sampai ada internal konflik baik di DPN di DPP ataupun DPK,” kata Diaz.

Diaz menjelaskan, penyebab minimnya perolehan suara PKPI di Pileg tahun 2019 lalu. Saat itu, PKPI hanya mendapatkan 0,2 persen suara ditingkat Nasional.

Baca: Sindir Jokowi Tak Paham Pancasila, PKPI Minta Rocky Gerung Tak Asal Ngomong

Diaz menjelaskan, kala itu hanya mempunyai 32 hari untuk mencari caleg-caleg. Ditambah lagi ada tuntutan hukum yang harus selesaikan.

Kemudian, harus mengurus Surat Keputusan (SK) pencalegan. Terakhir, kosongnya beberapa kursi pengurus di DPP dan DPN.

“Itu harus diselesaikan dalam waktu 32 hari pertanyaan sekarang kenapa 32 ya karena itu tidak lolos KPU, Bawaslu dan baru lolos di MK. Kenapa dinyatakan tidak memenuhi syarat karena pengurus pusat dan daerah waktu itu tidak solid,” ucap Diaz.

“Kenapa tidak solid, karena waktu itu ada pengurus yang tidak sejalan dengan Pak Tri (Tri Sutrisno,red) sehingga ada dua kubu yang berujung pada intenal konflik,” tambahnya.

Akibat konflik itu, Diaz mengatakan, imbasnya ke menyasar keseluruhan termasuk ke perolehan suara.

“Jadi kalau DPK solid, di DPP solid InsyaAllah di DPN pun juga demikian,” jelasnya.

Untuk itu, Diaz meminta kader untuk menjaga soliditas dan menghindari konflik yang mencoreng nama PKPI.

“Jangan begini lagi di media, pengurus PKPI kisruh sama ketua DPK yang begini-begini nggak usah di media kan lah. Mari kita kerja bersama, bukan apa yang bisa anda bantu buat saya tapi apa yang bisa kita lakukan bersama untuk kebaikan partai,” kata Diaz.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved