Nadiem Makarim Akui Belum Bahas Soal Peningkatan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Nadiem Makarim mengakui belum membahas masalah pendidikan lainnya seperti peningkatan kesejahteraan guru hingga kurikulum.

Nadiem Makarim Akui Belum Bahas Soal Peningkatan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru
Warta Kota/henry lopulalan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Rapat kerja tersebut membahas sistem zonasi dan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, serta persiapan pelaksanaan anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan empat kebijakan pendidikan yang baru dikeluarkannya merupakan langkah awal dalam program 'Merdeka Belajar'.

Program tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

"Itu empat kebijakan pertama 'Merdeka Belajar". Apa itu cukup? sudah jelas tidak cukup. Itu baru step pertama kita untuk mencapai kemerdekaan belajar," ujar Nadiem Makarim di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Baca: Soal UN Dihapus, Buya Syafii Maarif Tegaskan Pemerintah Berhati-hati: Tak Segampang Itu!

Nadiem Makarim mengakui belum membahas masalah pendidikan lainnya seperti peningkatan kesejahteraan guru hingga kurikulum.

Namun, dirinya memastikan kebijakannya saat ini baru merupakan langkah awal.

"Belum ngomongin kompetensi guru, bagaimana meningkatkannya, belum membicarakan kesejahteraan guru, belum membicarakan penyederhanaan kurikulum, penyederhanaan kompetemsi dasar dan lain lain, itu belum kita. Ini baru step pertama saja," tutur Nadiem.

Baca: Nadiem Makarim Ingin Hapus Ujian Nasional, Fahri Hamzah Nilai Jokowi Inkonsisten

Nadiem mengatakan kebijakannya saat ini merupakan langkah untuk membebaskan guru.
Menurutnya, kebijakan ini merupakan awal dari pembelajaran.

"Tapi pada saat guru-guru ini dibebaskan, dibebaskan tapi juga dipaksakan untuk berpikir untuk pertama kalinya. Di sini lah proses pembelajaran baru dimulai sekarang," kata Nadiem.

Seperti diketahui, Nadiem akhirnya membeberkan program pengganti ujian nasional (UN).

Halaman
123
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved