Breaking News:

Tak Setujui Kebijakan Nadiem Makarim, Jusuf Kalla Sebut Penghapusan UN buat Generasi jadi Lembek

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kebijakan 'Merdeka Belajar' soal penghapusan UN 2021 membuat siswa tidak bekerja keras dalam belajar.

Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat ditemui di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019). 

Lebih lanjut, ia menyebut setelah dilakukan sistem ujian asesmen diterapkan maka pihak sekolah harus mulai menerapkan pembelajaran yang sesungguhnya.

Ia meminta agar pihak sekolah (guru) tidak sekedar menerapkan sistem penghafalan semata.

Dilansir Tribunnews, hasil rapat kerja Nadiem Makarim bersama Komisi X DPR-RI, menetapkan Ujian Nasional akan diganti dengan sistem penilaian lain.

Sistem tersebut bernama Asesmen Kompetensi Minimum dan survei karakter.

Nadiem menyatakan sistem pengganti UN tersebut akan diberlakukan mulai tahun 2021.

Asesmen kompetensi minimum bukanlah untuk mengevaluasi prestasi murid, namun untuk melihat kualitas sekolah.

Nadiem mengungkapkan ada 3 (tiga) alasan untuk dirinya mengganti Ujian Nasional.

Nadiem menyebut, pertama Ujian Nasional terlalu fokus pada kemampuan menghafal.

Apalagi diketahui banyak materi pada mata pelajaran yang padat.

Kedua, Ujian Nasional dirasa malah membuat stress, sehingga dapat membebani siswa, guru, serta orang tua.

Halaman
1234
Berita Populer
Penulis: Nidaul 'Urwatul Wutsqa
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved