Wantimpres Jokowi

Presiden Jokowi Jelaskan Alasan Oesman Sapta Odang Menolak Jadi Wantimpres

Presiden Jokowi menjelaskan Oesman Sapta Odang lebih memilih partai Hanura daripada menjadi Watimpres karena ada aturan tidak boleh rangkap jabatan.

Presiden Jokowi Jelaskan Alasan Oesman Sapta Odang Menolak Jadi Wantimpres
Tangkap layar kanal YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas , Jumat (13/12/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan alasan mundurnya Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang dari jabatan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Jokowi mengatakan, mundurnya Oesman Sapta Odang karena ada aturan di Wantimpres untuk tidak merangkap jabatan di partai politik dan Ketua Umum Partai Hanura.

Sementara, Oesman Sapta Odang lebih memilih partainya dan ia harus mundur dari Wantimpres.

"Pak Oesman Sapta Odang memang semula kita pilih tapi karena memang dalam Wantimpres itu tidak boleh merangkap jabatan politik sehingga Pak Oesman Sapta tadi pagi menyampaikan kepada Menteri Sekertaris Negara bahwa beliau lebih mencintai partai, sehingga tidak mau dan mundur dari Wantimpres," ujar Jokowi dilansir melalui YouTube Sekertariat Negara, Jumat (13/12/2019).

Sebelumnya, Oesman Sapta Odang menjelaskan alasannya menolak jabatan menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Ia mengatakan jika ada salah satu persyaratan menjadi Wantimpres, yakni dilarang merangkap jabatan menjadi pertimbangannya. 

Sementara saat ini, Oesman Sapta Odang sedang berjuang bersama Partai Hanura untuk mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemerintahan. 

BACA JUGA : Pengamat: OSO Cerdas, Tolak Masuk Wantimpres

"Tapi karena persyaratan itu saya memutuskan untuk sementara akan terus bersama sama teman-teman seperjuangan ini agar tetap walaupun bagaimana kami akan mendukung Presiden didalam pemerintahan," ujarnya dilansir melalui YouTube CNN Indonesia, Jumat (13/12/2019). 

Ketua Umum Partai Hanura ini, berterima kasih kepada Presiden Jokowi karena telah diberi kesempatan untuk menjadi Watimpres tapi ia memohon maaf menolak tawaran tersebut. 

Halaman
123
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Ayu Miftakhul Husna
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved