Buru Kelompok Mujahidin Indonesia Timur, Polisi Belum Perpanjang Waktu Satgas Tinombala

Asep menyebutkan hambatan yang dihadapi korps Bhayangkara menghadapi perkara ini.

Buru Kelompok Mujahidin Indonesia Timur, Polisi Belum Perpanjang Waktu Satgas Tinombala
TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menyatakan polisi belum akan mempanjang waktu Satuan Tugas Operasi Tinombala Tinombala untuk memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Sebagaimana diketahui, Satgas Tinombala akan bertugas hingga 31 Desember 2019.

"Sementara ini kami masih gunakan waktu yang ada. Perpanjangan waktu ops Tinombala nanti kami lihat dan juga kekuatan masih kayak kemarin, belum ada penambahan, tapi kewaspadaan ditingkatkan," kata Asep di Gedung Bareskrim Polri lantai 9, Jakarta Selatan, Senin (16/12/2019).

Asep juga mengharapkan dukungan masyarakat agar kepolisian bisa mengungkap perkara tersebut. Sebaliknya, ia juga menyebutkan hambatan yang dihadapi korps Bhayangkara menghadapi perkara ini.

"Ini hanya persoalan waktu mohon doa biar secepatnya ungkap perkara ini. Disana kan ada sebuah situasi geografis yang tak ringan. Ada blank spot area yqng kemudian juga sekali lagi secara geografis sulit dijangkau," ungkap Asep.

Lebih lanjut, ia menambahkan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya komprehensif untuk mengejar kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

"Semua dalam hal ini secara komprehensif kita melakukan upaya itu. Prinsipnya pengejaran terhadap kelompok Ali Kalora ini tetap dilakukan. Jadi bukan kendala tapi lebih ke tantangan karena setiap medan berbeda-beda," tukas Asep.

Sebelumnya, seorang anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah, Bharatu MSM, meninggal dunia saat diserang kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, di Parigi, Sulawesi Tengah, Jumat (13/12/2019).

"Lima orang kelompok DPO MIT Poso menyerang anggota dan warga yang selesai sholat Jumat," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, Jumat (13/12/2019).

Satuan Tugas Operasi Tinombala masih memburu 10 orang yang masuk Daftar Pencarian Orang kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora. Data dari Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah jumlah DPO yang masih dikejar Satuan Tugas Operasi Tinombala kini tersisa 10 orang. 

Baca: Mabes Polri: Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa di Papua Masih Bersifat Indikasi

Lima di antaranya terlibat baku tembak di Desa Salubanga, Kabupaten Parigi Moutong yang mengakibatkan 1 anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah gugur. Setelah tewasnya Santoso dan ditangkapnya Basri kini Ali Kalora memimpin kelompok Mujahidin Indonesia Timur.

Usai penyerangan, terduga kabur dengan cara berpencar. Tiga orang ke arah SD Salubanga dan dua orang ke arah belakang musala. Kemudian terduga pelaku kembali menembak ke arah Pos Alfa 16 dan sempat menyandera warga serta anggota pos, namun anggota pos berhasil melarikan diri.

Sementara itu jenazah MSM anggota brimob yang gugur saat bertugas di Parigi Moutong dimakamkan. Muhdori gugur ketika bertugas dalam operasi Tinombala di Sulawesi Tengah. Jenazah dimakamkan di kampung halamannya Pandeglang, Banten. Almarhum meninggalkan seorang istri yang baru saja dinikahinya 3 bulan yang lalu.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved