BPOM Gandeng 6 Anggota Asosiasi e-Commerce Indonesia Berantas Peredaran Obat Ilegal

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berbenah setelah mendapati beberapa obat ilegal dijual bebas di pasar online shop.

BPOM Gandeng 6 Anggota Asosiasi e-Commerce Indonesia Berantas Peredaran Obat Ilegal
Warta Kota/ Muhammad Naufal
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, Penny K Lukito, ditemui di Hotel Fairmont Senayan, Jakarta Selatan, (19/12/2019). 

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Naufal

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berbenah setelah mendapati beberapa obat ilegal dijual bebas di pasar online shop.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Penny K Lukito mengatakan kini pihaknya telah menjalin kerja sama dengan enam anggota Asosiasi E-commerce Indonesia atau idEA untuk mengawasi distribusi obat ilegal di toko daring.

Keenam anggota idEA itu di antaranya adalah Bukalapak, Tokopedia, Halodoc, Klikdokter, Grab, dan Gojek.

Baca: BPOM Bakal Permudah Akselerasi Perizinan Terkait Makanan dan Obat

Kerja sama dilakukan guna meningkatkan efektivitas pengawasan keamanan, kualitas, dan mutu produk obat serta makanan.

Dalam waktu dekat Badan POM juga sedang merancang regulasi untuk memayungi penjualan produk obat dan makanan yang dijual bebas di online.

"Kami akan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait regulasi" ungkap Penny di hotel Fairmont Senayan, Jakarta Selatan, (19/12/2019).

Baca: Update CPNS 2019: BPOM Akan Umumkan Hasil Seleksi Administrasi pada 20 Desember 2019

Aturan ini nantinya akan menjadi sebuah turunan dari Undang-undang Pengawasan Obat dan Makanan yang sekarang tengah digarap di parlemen.

Sambil menunggu regulasi tersebut keluar, Penny meminta masyarakat Indonesia lebih cerdas memilah obat yang dijual baik secara legal maupun ilegal di dunia Maya.

Sepanjang Mei 2018 hingga Oktober 2019 BPOM mencatat setidaknya ada 19.142 kasus peredaran produk ilegal yang dijual di platform penjualan media daring atau online.

Atas temuan itu, BPOM kemudian memberikan rekomendasi berupa pemblokiran penjualan produk kepada pihak berwenang.

Baca: Polisi Selisik Kemungkinan Ada Korban Lain Dalam Kasus Pencabulan Habib Husein

"Kami memberikan rekomendasi kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Asosiasi E-commerce Indonesia atau idEA untuk take down platform yang melakukan perdagangan online produk ilegal," ungkap Penny.

Peredaran produk ilegal melalui platform online bagi Badan POM adalah sebuah tantangan yang kini dihadapi pemerintah.

Menurut Penny, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang begituan pesat berhasil mengubah pola distribusi produk obat dan makanan.

Masyakarat kini tidak hanya membeli obat melalui apotek kini, melalui media online shop masyarakat juga bisa mendapatkan obat atau makanan yang diinginkan.

Editor: Adi Suhendi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved