Breaking News:

Fakta-fakta Konflik Wiranto vs OSO: Wiranto Akui Rekayasa Pemilihan OSO, Bantah Jual Hanura Rp 200 M

Konflik terjadi di internal Partai Hanura yang melibatkan kubu Wiranto dan kubu Oesman Sapta Odang (OSO).

KOMPAS.com/Ihsanuddin/Hafidz Mubarak A
Wiranto dan Oesman Sapta Odang - Fakta-fakta Konflik Wiranto vs OSO: Wiranto Akui Rekayasa Pemilihan OSO, Bantah Jual Hanura Rp 200 M 

Kemungkinan tersebut dibenarkan oleh Ketua DPP Partau Hanura Benny Ramdhani.

"Pak Wiranto tidak pada posisi sebagai Dewan Pembina Hanura di kepengusan baru yang disahkan Menkumham," kata Benny di kantor DPP Partai Hanura, Senin (16/12/2019).

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Hanur Inas Nasrullah Zubir mengatakan, Wiranto menggunakan partai tersebtu sebagai kendaraan politik.

Hal tersebut dinilai dari kesediaan Wiranto menerima tawaran Jokowi menjabat sebagai Wantimpres.

"Partai Hanura ini hanya dijadikan kendaraan buat dia (Wiranto) ngejar-ngejar cantolan politik. Tidak seperti itu harusnya berpartai," kata Inas di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Hal ini berbanding terbalik dengan sikap Oesman Sapta Odang yang menolak tawaran Jokowi.

OSO bersikukuh masih ingin berjuang dengan Partai Hanura.

Berikut ini fakta-fakta konflik Wiranto vs OSO yang dirangkum Tribunnews dari Kompas.com.

1. Wiranto akui rekayasa pemilihan OSO

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto mengakui adanya rekayasa pemilihan OSO di tahun 2016 atas inisiasinya.

Halaman
1234
Penulis: Miftah Salis
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved