Bareskrim Polri Ungkap Sindikat Penipuan Yang Buat Kredivo Merugi Hingga Rp 500 Juta

Dittipidsiber Bareskrim Polri merilis penangkapan empat orang tersangka dalam kasus penipuan online dan layanan penipuan bodong

Bareskrim Polri Ungkap Sindikat Penipuan Yang Buat Kredivo Merugi Hingga Rp 500 Juta
Igman Ibrahim
penipuan online 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dittipidsiber Bareskrim Polri merilis penangkapan empat orang tersangka dalam kasus penipuan online dan layanan penipuan bodong melalui jejaring pesan singkat. Dalam kasus ini, pelaku berhasil meraup keuntungan hingga Rp 500 juta.

Adapun penangkapan itu berdasarkan laporan Polisi: Lp/B/0570/VI/2019/Bareskrim, tertanggal 20 Juni 2019 lalu. Korbannya ialah PT Finaccel Digital Indonesia atau biasa dikenal sebagai Kredivo.

Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul menyampaikan, para pelaku ditangkap pada Sabtu (7/12/2019) pukul 00.30 di Pare-Pare dan Wajo, sulawesi Selatan. Keempatnya ialah Ambo (28), Sandi (25), Herman (34) dan Taufik (32).

Baca: Modus Rekrutmen Palsu, PT KAI Imbau Masyarakat Lebih Jeli dan Teliti

"Yang paling besar adalah PT Finaccel Digital Indonesia dengan kerugian sekitar Rp500 juta," kata Ricky di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).

Adapun modus operandinya, pada Mei 2019 lalu, para pelaku melakukan SMS blasting kepada para korban yang mengatasnamakan dari Pihak Kredivo. Isinya, mereka meminta nasabah untuk menambahkan limit pinjaman sebesar Rp 30 juta hingga Rp 50 juta.

Selanjutnya, pelaku meminta username dan passport akun milik korban melalui nomor WA yang dicantumkan di dalam SMS blasting tersebut. Kemudian pelaku pun meretas akun korban.

Baca: Pria Ini Diamankan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Penipuan di Bireuen

"Akun milik korban kemudian di ambil alih oleh pelaku dan digunakan untuk melakukan pembelian pulsa pada beberapa market place seperti buka lapak secara online," ungkap dia.

Imbasnya, para korban yang akunnya diretas tak mau membayarkan tunggakannya lantaran tak merasa telah melakukan pembelian barang di salah satu market place. Alhasil, Kredivo selaku pelapor telah dirugikan hingga Rp 500 Juta oleh pelaku.

"PT Finaccel Digital Indonesia dirugikan karena pembelian tersebut tidak di dibayarkan oleh pemilik akun yang sebenarnya dikarenakan pemilik asli akun (Kredivo) tersebut merasa tidak pernah melakukan pembelian atau transaksi yang di maksud," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved