Kata Sekjen PDIP Soal Isu 'Jalur Rempah'

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengakui 'jalur rempah' bukanlah isu seksi untuk diangkat dalam isu politik nasional

Kata Sekjen PDIP Soal Isu 'Jalur Rempah'
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan (PDIP) menentang arus dengan membahas isu 'jalur rempah' pada rapat kerja nasional (Rakernas) I 2020 sekaligus perayaan HUT ke-47 PDIP, pada Januari 2021 mendatang.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengakui 'jalur rempah' bukanlah isu seksi untuk diangkat dalam isu politik nasional.

Baca: Soal Bakal Calon Wali Kota Solo, Hasto Kristiyanto: Survei Bukan Jadi Patokan Utama

Namun, Hasto enggan pembahasan di dunia politik hanya dikuasai oleh isu politik kekuasaan yang liberal.

"Di mana media lebih suka melihat sesuatu yang bertarung berhadap-hadapan, meributkan gagasan-gagasan yang bisa memecah belah bangsa. Kami justru melihat bangsa kita sebenarnya lebih butuh gagasan yang menggelorakan kemajuan dan semangat berdikari," ujar Hasto, saat membuka diskusi 'Potensi Rempah Nusantara untuk Kemajuan Indonesia', di Kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019).

Oleh karenanya, Hasto mengatakan PDIP ingin mengajak semua pihak membicarakan kuliner Indonesia yang notabene paling lengkap sedunia.

Hal itu dibuktikan dengan Soekarno yang pernah membuat buku berjudul Mustika Rasa.

Buku tersebut berisikan lebih dari seribu resep makanan dengan berbagai varian serta cita rasa khas Indonesia.

Selain itu, kata Hasto, pembahasan isu 'jalur rempah' akan membuat masyarakat Indonesia ingat bahwa memiliki potensi pengembangan produk nusantara.

Seperti kayu cendana, kayu manis, pala, kapulaga, dan cengkeh.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved