Pernah Jabat Direktur Bank Dunia, Sri Mulyani Akui Berkat Campur Tangan Megawati Soekarnoputeri

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan peranan internasionalnya pertama kali karena campur tangan dari Megawati Soekarnoputeri.

Pernah Jabat Direktur Bank Dunia, Sri Mulyani Akui Berkat Campur Tangan Megawati Soekarnoputeri
Tribunnews/JEPRIMA
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Pengusaha Dumasi MM Samosir dan Staf Khusus Presidenan Bidang Sosial Angkie Yudistia saat menjadi pembicara pada diskusi Perempuan Hebat Untuk Indonesia Maju untuk menyambut Hari Ibu di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, Minggu (22/12/2019). Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menilai penting untuk menyelenggarakan Hari Ibu yang mendorong kaum wanita untuk terlibat di dalam proses pembangunan. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan peranan internasionalnya pertama kali karena campur tangan dari Megawati Soekarnoputeri.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri acara BPIP yang bertajuk 'Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju' di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu (22/12/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani bercerita mengenai dirinya yang pernah menjadi Executive Director of World Bank, atau Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Sri Mulyani mengungkapkan, awal mula dirinya masuk ke Bank Dunia berkat campur tangan Presiden perempuan pertama Indonesia, Megawati Soekarnoputeri.

"Sebeteulnya peranan saya di dunia internasional pertama kali itu karena Ibu Megawati," ujar Sri Mulyani dari tayangan diunggah di kanal YouTube KompasTV, Minggu (22/12/2019).

Megawati Soekarnoputeri memberikan rekomendasi kepada Sri Mulyani untuk menjadi Executive Director of World Bank.

Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani (TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM)

"Karena yang memberikan surat tugas saya menjadi Executive Director di Bank Dunia, IMF itu pertama kali karena ibu Mega yang menugaskan kepada saya," jelas Sri Mulyani.

Dari situ, Sri Mulyani mulai mengenal mengenai institusi IMF dan World Bank atau istilahnya Bretton Woods Institutions.

Saat itu, Sri Mulyani mewakili Indonesia dan 11 negara lain.

Tujuan dari Executive Director of World Bank adalah memperjuangkan suara-suara anggota IMF.

Halaman
12
Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved