Sudah Tunggu 5 Tahun, Jokowi Beri Waktu 3 Tahun untuk Ahok dan Nicke Widyawati Bangun Kilang Minyak

Presiden Jokowi meminta pembangunan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama diselesaikan dalam waktu tiga tahun.

Sudah Tunggu 5 Tahun, Jokowi Beri Waktu 3 Tahun untuk Ahok dan Nicke Widyawati Bangun Kilang Minyak
Instagram/@jokowi
Jokowi dan Ahok di kilang TPPI Tuban 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pembangunan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama diselesaikan dalam waktu tiga tahun.

Pembangunan kilang tersebut berfungsi untuk menghasilkan beragam produk turunan petrokimia dan bahan bakar minyak.

Permintaan Jokowi ini disampaikan saat mengunjungi kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (21/12/2019).

Jokowi meminta pembangunan kilang tersebut selesai tidak lebih dari tiga tahun.

"Tidak lebih dari tiga tahun harus rampung semuanya," ujar Jokowi, dikutip dari YouTube Kompas TV, Minggu (22/12/2019).

Sehingga, ia meminta Direksi Utama Pertamina Nicke Widyawati, dan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk memberi kejelasan dari pembangunan kilang tersebut pada Januari 2020.

Menurut Jokowi, pembangunan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama itu sudah ia tunggu selama lima tahun, sehingga Jokowi mendesak pembangunan tersebut segera dilaksanakan.

"Ada pilihan-pilihan yang bisa diputuskan segera, tapi saya minta di bulan Januari sudah ada kejelasan mengenai ini, ini sudah saya tunggu lima tahun," katanya.

Presiden Jokowi didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Direktur Utama Tuban Petro meninjau langsung kawasan TPPI yang akan dikembangkan menjadi industri petrokimia nasional di Tuban, Sabtu (21/12/2019)
Presiden Jokowi didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Direktur Utama Tuban Petro meninjau langsung kawasan TPPI yang akan dikembangkan menjadi industri petrokimia nasional di Tuban, Sabtu (21/12/2019) (Pertamina)

Pembangunan kilang di Tuban tersebut ternyata pernah dibangun sebelumnya, tapi sempat terhenti.

"Sejak tahun 1997/1998 dibangun, kemudian berhenti, kemudian ini kita mulai lagi," ungkap Jokowi.

Halaman
1234
Penulis: Nuryanti
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved