Isu Larangan Rayakan Natal di Dharmasraya-Sijunjung, Kemenag Datang Langsung ke Lokasi, Ini Faktanya

Pihak Kemenag ungkap fakta apa yang sebenarnya terjadi di Dharmasraya dan Sijunjung. Singgung soal keberadaan gereja di tempat itu.

Isu Larangan Rayakan Natal di Dharmasraya-Sijunjung, Kemenag Datang Langsung ke Lokasi, Ini Faktanya
YouTube Talk Show tvOne
Kasubbid Pengembangan Dialog dan Multikultural PKUB Kemenag Paulus Tasik Galle mengungkap fakta terkait isu pelarangan untuk merayakan Hari Raya Natal di beberapa desa di Kabupaten Dharmasraya dan Sijunjung, Sumatera Barat. 

TRIBUNNEWS.COM - Muncul isu pelarangan untuk merayakan Hari Raya Natal di beberapa desa di Kabupaten Dharmasraya dan Sinjunjung, Sumatera Barat.

Setelah muncul kabar tersebut, pihak Kementerian Agama langsung mendatangi wilayah tersebut.

Kasubbid Pengembangan Dialog dan Multikultural PKUB Kemenag Paulus Tasik Galle mengungkap fakta apa saja yang terungkap dalam kunjungan tersebut.

Dilansir Tribunnews.com, hal itu diungkap Paulus dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Malam unggahan kanal YouTube Talk Show tvOne, Senin (23/12/2019).

Paulus menjelaskan bahwa konotasi dari kata pelarangan memang ujung-ujungnya membuat kebebasan hak jadi dipertanyakan.

Kabar pelarangan merayakan Natal itu membuat hak warga negara untuk beragama dalam konstitusi dipertanyakan.

"Memang, mendengar kata larangan atau dilarang, atau melarang, itu lalu memang mengantar kita pada satu diskusi konsep mengenai kebebasan," ujar Paulus.

"Dan kebebasan ini memang di dalam konstitusi kita memang dijamin sepenuhnya. Kebebasan beragama misalkan."

Dari kunjungan pihak Kemenag ke wilayah tersebut, Paulus mengungkap sebenarnya tidak benar-benar ada pelarangan tersebut.

"Jadi kita sudah mendapatkan juga informasi bahwa sesungguhnya itu tidak ada seperti itu," ungkap Paulus.

Halaman
123
Penulis: Ifa Nabila
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved