Kasus Novel Baswedan

Istana Ajak Publik Kawal Polri Mengungkap Kasus Novel

"Istana percaya Polri akan bekerja secara profesional. Kita kawal kasus ini bersama-sama," ujar Dini saat dihubungi

Istana Ajak Publik Kawal Polri Mengungkap Kasus Novel
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Staf Khusus Presiden RI Joko Widodo Bidang Hukum, Dini Shanti Purwono, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Jakarta Pusat pada Rabu (4/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono mengajak masyarakat untuk terus mengawal pengungkapan kasus penyiraman air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan.

"Istana percaya Polri akan bekerja secara profesional. Kita kawal kasus ini bersama-sama," ujar Dini saat dihubungi, Jakarta, Minggu (29/12/2019).

Menurut Dini, Istana mengapresiasi kerja Polri yang telah berhasil menangkap dua tersangka penyerangan terhadap Novel pada 2017 lalu.

"Kita percaya bahwa kasus ini akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku," ucapnya.

"Nanti pada saat pemeriksaan akan didapatkan keterangan lebih lanjut dari para tersangka. Sehingga kasus ini bisa menjadi semakin terang," sambung Dini.

Untuk diketahui Polri menangkap dua pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka yakni RM dan RB yang berstatus sebagai polisi aktif. Kedua pelaku diamankan di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Kasus penyiraman air keras terjadi 11 April 2017 lalu. Ketika itu, Novel baru selesai menjalani salat subuh di masjid dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat penyiraman air keras, kedua matal Novel mengalami luka parah hingga harus menjalani operasi mata di Singapura.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved