Ungkit Temuan Komnas HAM, Tim Kuasa Hukum Novel Baswedan Bantah Asumsi Motif Pribadi: Ada 3 Pelaku

Tim Kuasa Hukum Novel Baswedan Wana Alamsyah membantah adanya motif dendam pribadi yang mendorong pelaku menyerang Penyidik Senior KPK.

Ungkit Temuan Komnas HAM, Tim Kuasa Hukum Novel Baswedan Bantah Asumsi Motif Pribadi: Ada 3 Pelaku
Warta Kota/Adhy Kelana
Dua pelaku penyiraman Penyidik KPK, Novel Baswedan dengan air keras, RM dan RB keluar dari Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk dipindahkan ke Rutan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019) siang. Keduanya yang merupakan polisi aktif ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Warta Kota/Adhy Kelana 

TRIBUNNEWS.COM - Tim Kuasa Hukum Novel Baswedan Wana Alamsyah membantah adanya motif dendam pribadi yang mendorong pelaku menyerang Penyidik Senior KPK tersebut dengan air keras.

Wana mendasari pernyataannya atas temuan Komnas HAM soal adanya keterlibatan tiga orang pelaku.

Dikutip TribunWow.com, mulanya Wana membantah pernyataan Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Andrea H. Poeloengan yang berasumsi bahwa penyerangan dilakukan secara personal.

"Sebenarnya diamankannya dua orang ini, ini menjadi tantangan selanjutnya ke depan bagi kepolisian," kata Wana di acara 'APA KABAR INDONESIA MALAM' Talk Show tvOne, Minggu (29/12/2019).

"Nyatanya pelaku tersebut tidak bertindak secara personal atau lone wolf, seperti apa yang disampaikan Pak Andrea," tambahnya.

 Pakar Ekspresi Lihat Penyerang Novel saat Dirangkul Lalu Teriak Pengkhianat: Ini Sengaja Diucapkan?

Ia kemudian mengungkit temuan Komnas HAM soal pelaku yang terlibat dalam kasus penyerangan Novel Baswedan.

"Apa rujukannya? Kita coba baca laporan Komnas HAM yang lagi-lagi saya coba merujuk laporan tersebut, bahwa dalam kesimpulan Komnas HAM ada 3 pelaku," ujar Wana.

"Ada 3 organ yang mencoba menyerang Novel, mulai dari yang merencanakan, mengintai, sampai dengan pelaku," lanjutnya.

Wana mengatakan melalui kedua pelaku tersebut, bisa terungkap siapa dalang sebenarnya.

"Sehingga dua orang ini jangan coba untuk dipisahkan dalam kerangka kasus yang sebenarnya ini bisa kita lihat ke aktor intelektualnya," terangnya.

BACA BERITA SELENGKAPNYA >>>

 
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved