‎Presiden Jokowi Disebut Sponsori Kehancuran KPK, Stafsus Jokowi: Statemen ICW Terlalu Emosional

Dini menyayangkan pendapat ICW terlebih Pimpinan KPK yang baru, Firli Bahuri Cs belum mulai bekerja, tapi sudah dikatakan terburuk.

‎Presiden Jokowi Disebut Sponsori Kehancuran KPK, Stafsus Jokowi: Statemen ICW Terlalu Emosional
Tribunnews.com/Hendra Gunawan
Gedung KPK 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Purwono menyebut pernyataan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyatakan tahun ini adalah kehancuran KPK yang disponsori Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan DPR sangat emosional.

"Sah-sah saja pendapat peneliti ICW. Meskipun saya pribadi menilai statment tersebut agak emosional karena tidak didasari pada fakta dan data yang solid," ucap Dini saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (31/12/2019).

Dini menyayangkan pendapat ICW terlebih Pimpinan KPK yang baru, Firli Bahuri Cs belum mulai bekerja, tapi sudah dikatakan terburuk.

Baca: Menkumham Harap Masyarakat Tak Pandang Perpres KPK Sebagai Upaya Pelemahan

Baca: Kepolisian RI Dalami Isi Kedua HP Tersangka Penyiram Air Keras Novel Baswedan

Baca: Update Kasus Novel Baswedan, Polisi Periksa Telepon Genggam Pelaku hingga Respons Kata Pengkhianat

"Kita semua tentunya berharap ICW sebagai organisasi independen tetap bisa melakukan monitoring dan menyampaikan kepada publik informasi yang obyektif dan edukatif mengingat ICW adalah organisasi yang selama ini dipandang kredibel‎," tambah Dini.

Sebelumnya peneliti ICW Kurnia dalam Catatan Agenda Pemberantasan ‎Korupsi tahun 2019 menyebut tahun ini adalah tahun terburuk bagi pemberantasan korupsi.

"Kita menilai ini tahun paling buruk bagi pemberantasan korupsi, ini tahun kehancuuuran bagi KPK yang benar-benar disponsori ‎oleh Presiden Jokowi dan juga anggota DPR periode 2014-2019 dan 2019-2024 mendatang," tegas Kurnia di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (29/12/2019).

Kurnia beralasan pemerintah dan DPR telah meloloskan pimpinan KPK yang dinilai bermasalah. Menurut Kurnia KPK saat ini memiliki para pimpinan yang terburuk ‎sepanjang sejarah.

Dirinya mempermasalahkan proses seleksi para pimpinan KPK yang menurutnya tidak mencerminkan nilai integritas.

"Istana dan DPR berhasil meloloskan lima figur pimpinan KPK ‎yang kita nilai paling buruk sepanjang sejarah KPK," tutur Kurnia.

Kurnia menilai sosok Ketua KPK Firli Bahuri juga bermasalah karena menjadi terduga pelanggar kode etik.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved