Breaking News:

Erupsi Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi 26 Kali dalam 2 Hari Terakhir, Ketinggian Abu Vulkanik Capai 2.000 Meter

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi hingga 26 kali dalam dua hari terakhir. Ketinggian erupsi tersebut mulai dari 500 meter hingga 2.000 meter.

Kompas/Riza Fathoni
Ilustrasi: Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). 

TRIBUNNEWS.COM - Gunung Anak Krakatau kembali erupsi hingga 26 kali dalam dua hari terakhir.

Ketinggian erupsi tersebut mulai dari 500 meter hingga 2.000 meter.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau memberikan keterangan kemarin per 31 Desember 2019.

"Sampai sekarang bisa ditotal skala 26 kali letusan. Untuk hari ini sudah terjadi 7 kali letusan, mulai dari pukul 00.00 sampai 18.00," kata Andi Suardi, dilansir dari KompasTV, Selasa (31/12/2019).

Namun, ia mengaku belum mengetahui status Anak Gunung Krakatau tersebut.

Andi mengatakan penentuan status Gunung Anak Krakatau ini akan ditentukan oleh pusat.

Adapun kondisi Gunung Anak Krakatau masih tergolong aman.

Walau demikian, warga dan wisatawan dilarang mendekat hingga radius dua kilometer dari kawah atau puncak Gunung Anak Krakatau atau di sekitar kepulauan Anak Krakatau.

Sedangkan area wisata Pantai Carita, Anyer, Pandeglang dan sekitarnya, serta wilaya Lampung Selatan masih tergolong aman dari ancaman bahaya aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Gunung Anak Gunung Krakatau bererupsi dan mengeluarkan kolom abu setinggi kurang lebih 1000 meter di atas puncak gunung utama (± 1.157 m di atas permukaan laut) pada hari ini Selasa (31/12) pukul 06.51 WIB.
Gunung Anak Gunung Krakatau bererupsi dan mengeluarkan kolom abu setinggi kurang lebih 1000 meter di atas puncak gunung utama (± 1.157 m di atas permukaan laut) pada hari ini Selasa (31/12) pukul 06.51 WIB. (Tangkap Layar Twitter BNPB)

Berdasarkan press release Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi, hasil pengamatan visual dan instrumental hingga 31 Desember 2019 tidak ada peningkatan ancaman.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved