Banjir di Jakarta

Persiapan Operasi Hujan Buatan Hari Ketiga Pagi Ini Menunggu Hujan Reda

Seto mengakui bahwa persiapan operasi hujan buatan pada hari ketiga ini agak terganggu karena Jakarta diguyur hujan pada pagi hari.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
BPPT
Operasi hujan buatan dilakukan BPPT melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) menggunakan pesawat yang dipinjam dari TNI Angkatan Udara (AU). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan saat ini memasuk hari ketiga, hal ini dilakukan untuk menggeser hujan agar tidak jatuh di wilayah Jabodetabek.

Pagi ini, cuaca Jakarta memang diselimuti awan gelap karena kota ini baru saja diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Tribunnews menanyakan terkait persiapan operasi hujan buatan pada Minggu (5/1/2020) pagi ini kepada Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC), Tri Handoko Seto.

BBTMC bekerja di bawah kendali Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang diikutsertakan untuk memanfaatkan inovasinya dalam operasi demi mereduksi curah hujan yang terjadi di wilayah Jakarta dan kota penyangga sekitarnya.

ILUSTRASI - TMC - Petugas sedang memasukkan garam kedalam konsul garam untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Pangakalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Selasa (24/9). Hercules milik TNI AU diperbantukan untuk melakukan penyemaian awan atau hujan buatan yang langsung menebarkan empat ton garam di beberapa titik di Riau.
ILUSTRASI - TMC - Petugas sedang memasukkan garam kedalam konsul garam untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Pangakalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Selasa (24/9). Hercules milik TNI AU diperbantukan untuk melakukan penyemaian awan atau hujan buatan yang langsung menebarkan empat ton garam di beberapa titik di Riau. (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir)

Seto mengakui bahwa persiapan operasi hujan buatan pada hari ketiga ini agak terganggu karena Jakarta diguyur hujan pada pagi hari.

Padahal pihaknya tengah melakukan persiapan untuk operasi penyemaian garam atau Natrium Klorida (NaCl) terhadap potensi awan hujan yang ada agar bisa jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai Jabodetabek.

"Tetap kami lakukan, tapi awan telah datang terlebih dulu ke Jakarta sehingga persiapan kita terganggu hujan," ujar Seto, dalam pesan singkatnya kepada Tribunnews, pagi ini.

Baca: Pertamina Sediakan Ganti Oli Gratis di Tiga Titik, Syaratnya Cukup Foto Motor

Baca: Waspada Penyakit Leptospirosis Pasca Banjir, Kenali Gejalanya

Ia menjelaskan pihaknya harus menunggu agar hujan tersebut reda terlebih dahulu, "Ya terpaksa (menunggu hujan reda), pagi ini hujan terjadi tanpa bisa kita intervensi".

Seto pun berharap agar derasnya hujan segera berhenti karena pihaknya bersama tim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta TNI Angkatan Udara (AU) tengah mempersiapkan operasi lanjutan.

"Mudah-mudahan segera reda dan kita akan siapkan operasi untuk menghadapi datangnya awan-awan selanjutnya," kata Seto.

Operasi hujan buatan ini dilakukan melalui Posko TMC di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sejak 3 Januari 2020.

Sebelumnya, pada penyemaian untuk hari kedua, tim BBTMC menggunakan pesawat CN 295 A-2901 serta CASA 212 A-2105 milik TNI AU.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa penyemaian tersebut dilakukan pada Sabtu siang.

Baca: Artis Devita Rusdy Berikan Trauma Healing kepada Anak-anak Korban Banjir di Cengkareng

Baca: Zaman Ahok Pompa Rusak Nggak Dibiarkan

Halaman
123
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved