Pengamat Politik Prediksi Kontestasi Pilkada 2020 Berlangsung 'Cair'

Bukan tidak mungkin partai politik yang berseberangan di pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) akan berkoalisi di pilkada 2020

Pengamat Politik Prediksi Kontestasi Pilkada 2020 Berlangsung 'Cair'
Kompas.com/PRIYOMBODO
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Bambang Mei Finarwanto memprediksi kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 berlangsung cair.

Bukan tidak mungkin partai politik yang berseberangan di pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) akan berkoalisi di pilkada 2020.

Dia mengindikasikan adanya koalisi PDI Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera di Pilkada 2020 di NTB. Menurut dia, koalisi itu merupakan cermin antitesa strategi politik yang mendepankan sharing politik dalam memenangkan konstestasi Pilkada di NTB.

"Power Sharing PDIP-PKS adalah blok politik yang tidak biasa (anti mainstream,-red) agar efektif melakukan penetrasi pemenangan dengan mesin partai yang sudah teruji," kata Direktur Mi6 itu, kepada wartawan, Selasa (7/1/2020).

Dia menjelaskan sebagai partai modern dengan karakter ideologi yang kuat dan khas, setidaknya koalisi PDIP dan PKS ingin mendobrak cara pandang kuno yang kerap mengamsumsikan karena perbedaan ideologi dan gerakan, PDIP dan PKS tidak mungkin satu front politik, menjadi terbantahkan.

Dia memandang persekutuan PDIP dan PKS di NTB ini merupakan pertautan persaudaraan dalam mengamankan kepentingan strategis jangka panjang yang saling membesarkan dan menguatkan.

"Faksi PDIP dan PKS harus dimaknai upaya membangun citra politik positif guna meraih persepsi yang baik dimata publik. PDIP dan PKS ingin memberikan pencerahan politik kepada publik agar membiasakan diri mengapresiasi hal-hal yang dipandang tak mungkin dari kacamata positif dan mengambil hikmah dari sisi kebaikan," kata dia.

Sebagai partai kader yang berbasiskan ideologi yang jelas, kata dia, PDIP dan PKS di Pilkada NTB akan menjadi role model, bagaimana mesin partai yang berbeda mashab ideologi bisa bergerak secara efektif meraih dukungan pemilih dari berbagai segmen.

Dia menambahkan koalisi ramping PKS dan PDIP dihajatkan memberikan kepastian politik agar calon yang diendorse/diusung nyaman dan makin leluasa dalam melakukan penetrasi memperluas basis dukungan loyalis vottersnya.

"Mi6 menilai ibarat Alfamart - Indomart, koalisi PDIP dan PKS tentu memotivasi partai politik lain agar segera menentukan calon dan sekutu politik di konstestasi Pilkada serentak," tambahnya.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved