Menteri Agama Fachrul Razi Enggan Komentari Kasus Aktivis Pusaka Sudarto

Menteri Agama Fachrul Razi enggan mengomentari kasus aktivis Pusat Studi Antar Komunitas (Pusaka) Padang Sudarto

Menteri Agama Fachrul Razi Enggan Komentari Kasus Aktivis Pusaka Sudarto
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Menteri Agama Fachrul Razi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi enggan mengomentari kasus aktivis Pusat Studi Antar Komunitas (Pusaka) Padang Sudarto yang ditangkap kepolisian lantaran dituduh menyebar informasi yang menimbulkan kebencian.

Mantan wakil panglima TNI tersebut menyerahkan penyelesaian masalah tersebut kepada pihak kepolisian.

Baca: GAMKI Desak Kapolri Bebaskan Sudarto

"Coba tanya polisi, kan memang sudah ranah hukum kalau di polisi. Jangan lagi dikomentari nanti salah," ujar Menag di Istana Wakil Presiden RI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020).

Dikutip dari Kompas.com, Sudarto, ditangkap Polda Sumbar, Selasa (7/1/2019), dengan kasus ujaran kebencian terkait pelarangan perayaan natal di Kabupaten Dharmasraya dan Sinjunjung, Sumatera Barat.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi TribunPadang.com mengatakan, saat ini Sudarto sudah menjadi tersangka.

Baca: Empat Keluhan Peserta Soal Layanan BPJS Kesehatan

"Sudah menjadi tersangka, jadi pas diperiksa tadi sudah menjadi tersangka," katanya, Selasa (7/1/2020).

Setelah menjalani pemeriksaan, Polda Sumbar langsung menahan Sudarto.

Dirreskrimus Polda Sumbar, Kombes Pol Juda Nusa juga mengatakan bahwa Sudarto sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dijelaskannya, penangkapan Sudarto terkait postingan soal pelarangan melaksanakan ibadah Natal umat kristiani di Dharmasraya.

Baca: Soal Natuna, Moeldoko: Bagi Saya Kedaulatan Tidak Bisa Dinegosiasikan

"Terhadap pelaku yang menyiarkan sudah kami tangkap, dan statusnya sudah ditetapkan tersangka," ujar dia.

"Kami sudah melaksanakan sesuai prosedur atau SOP (standar operasional prosedur)," sambungnya.

Menurut Juda, postingannya diduga mengandung unsur kebencian yang dilakukan tersangka di media sosial mengenai pelarangan pelaksanaan kegiatan ibadah Natal di wilayah Kenagarian Sikabau, Kabupaten Dharmasraya.

Namun, dijelaskannya bahwa setelah dicek, semuanya aman, damai, dan nyaman.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved