Laut Natuna Diklaim China

Minta Tambah Kapal Perang, Nelayan Natuna Harap Adanya Patroli Keamanan 24 Jam di Perairan Natuna

Dedi mengungkapkan, akhir-akhir ini di perairan Natuna Utara, ikan sedang banyak-banyaknya. Hal itu yang membuat kapal asing datang ke Natuna.

Minta Tambah Kapal Perang, Nelayan Natuna Harap Adanya Patroli Keamanan 24 Jam di Perairan Natuna
Tangkap Layar Siaran Langsung Trans 7
Video kapal cost guard China usir kapal nelayan Indonesia di wilayah Natuna, Kepulauan Riau. 

TRIBUNNEWS.COM - Masuknya kapal asing di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau akhir-akhir ini membuat resah nelayan di wilayah tersebut.

Berada di wilayah negara sendiri, nelayan Indonesia justru mendapat pengusiran dari kapal asing.

Nelayan pun berharap pemerintah Indonesia meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan.

Hal tersebut diungkapkan Dedi, seorang nelayan dari wilayah Natuna Kepulauan Riau kala menjadi salah satu narasumber Mata Najwa, Rabu (8/1/2020) malam ini.

Tema Mata Najwa ialah 'Ada China di Natuna'.

Dedi Nelayan Natuna
Dedi, Nelayan Natuna dalam program Mata Najwa, Rabu (8/1/2020). (Tangkap Layar Siaran Langsung Trans 7)

"Harapan saya kalau bisa di Natuna ditambahkan masalah patrolinya, kapal perang ditambah," ucap Dedi dilansir tayangan langsung Trans 7.

Baca Juga: Pengakuan Nelayan Natuna: Tak Cuma China, Saya Pernah Diusir Kapal Vietnam di Perairan Indonesia

Dedi juga menambahkan patroli 24 jam diperlukan agar nelayan tidak merasa takut dalam mencari ikan.

"Patroli di laut Natuna kalau bisa 24 jam, (agar) nelayan tidak merasa takut," ucap Dedi.

Belum lama, Dedi mengaku pernah dikejar oleh kapal Vietnam.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved