Laut Natuna Diklaim China

Kritik Kinerja Bakamla, Meutya Hafid Bongkar Pengalaman Disandera Irak: Saya Produk Demokrasi

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid kritik keras kinerja Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) di perairan Natuna.

Kritik Kinerja Bakamla, Meutya Hafid Bongkar Pengalaman Disandera Irak: Saya Produk Demokrasi
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid saat melakukan wawancara khususs dengan tim Tribunnews di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019). Pada kesempatan tersebut Meutya berbagi pengalamannya selama masih menjadi seorang jurnalis dan kecintaanya kepada hewan peliharaanya kucing dan burung. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid kritik keras kinerja Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) di perairan Natuna.

Kritik keras itu dilayangkan Meutya Hafid saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa yang tayang pada Rabu malam (8/1/2020).

Hal tersebut berawal ketika Meutya Hafid mendengarkan pernyataan Kepala Bakamla, Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman.

Kepala Bakamla itu menuturkan alasan mengapa kapal Cina nekat berada di perairan Natuna.

Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman itu meminta agar seluruh pihak mengetahui perilaku Cina.

Achmad menuturkan, keinginan Cina untuk memaafkan sumber daya alam di laut dan Cina ingin membangun semacam pagar di laut.

"Kita punya rumah pasti buat pager dulu Cina membangun tembok Cina yang besar, sekarang temboknya modern dengan kapal-kapal ini," beber Taufik.

"Tapi tembok dia masuk ke kita pak," balas Najwa Shihab.

"Ya nanti kita selesaikan," jawab Achmad.

HALAMAN SELANJUTNYA>>>>>>>>>>>>>>

Editor: tribunjakarta.com
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved